Assalamu'alaikum Wr. Wb
Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga puasa kita diterima Allah SWT.
Jangan lupa berdoa sebelum di mulai dan isi absen nya.
Silahkan kalian baca, fahami dan ringkas materi di bawah ini dan jawab pertanyaanya!
Klik : absensiFI721-4-21
MATERI!!!
C. HIKMAH SHALAT SUNNAH MU’AKKAD DAN GHAIRU MU’AKKAD
1. Percaya Diri Bersama Allah Swt.
Masih ingatkah kita? Hadis riwayat muslim yang menceritakan tentang khutbah
Nabi Saw pada waktu terjadinya gerhana matahari? Jika masih ingat, apakah pesan
Rasulllah dalam khutbahnya tersebut?
Berbagai peristiwa yang diluar kemampuan logika atau nalar manusia, seperti
gerhana matahari, gerhana bulan, dan lain sebagainya bukan pertanda atau simbol yang
mengisyaratkan akan datangnya malapetaka atau bahaya. Hadis riwayat Imam Muslim
tentang khutubah Rasulullah memberi gambaran jelas dan tegas. Rasul tidak menyetujui
anggapan masyarakat Arab sebelum Islam yang memahami gerhana sebagai tanda dari
kematian dan kelahiran. Anak Rasulullah dari Marya Qibtiyyah yang bernama Ibrahim
dan meninggal pada saat terjadinya gerhana hanya kebetulan belaka. Rasul melalui
khutbah yang disampaikan ingin menegaskan gerhana tidak ada kaitannya dengan
kematian putranya atau siapa saja.
Rasulullah melalui pesan khutbahnya meneguhkan manusia harus memiliki
kepercayaan diri, sehingga tidak mudah goyah dan terombang-ambing dalam
ketidakpastian. Kepercayaan diri akan membangkitkan psikologi positif bagi kita dengan
selalu optimis dalam mensikapi seluruh peristiwa yang terjadi di lingkungan kita. Kita percaya seluruh proses kehidupan yang kita alami dan terjadi di sekitar kita sebagai
bagian dari perwujudan kekuasaan Allah sebagai Dzat yang Al-Hafidz dan Al-Wakil.
Sehingga dalam melangkah kita akan selalu optimis karena muncul perasaan Allah Swt.
bersama kita. Sebaliknya, jika kita percaya dan meyakini gerhana sebagai tanda akan
datangnya malapetaka, misalnya, maka pastilah hidup kita akan diliputi oleh perasaan
was-was, ketakutan, kebimbangan, dan kegoncangan.
Demikian pula dengan kemarau panjang kita pahami sebagai bagian dari
ketentuan Allah. Kita meyakini Allah sedang menampakkan Al-Hafidz dan Al-Wakil
kepada hamba-hamba-Nya dengan tidak menurunkan hujan. Bagi manusia sebagai
hamba yang dimuliakan oleh-Nya wajib menghayati tanda-tanda kekuasaan Allah
tersebut. Penghayatan akan memunculkan keyakinan dan ketaatan semakin mendalam
kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah. Penghayatan juga
melahirkan kepercayaan diri bahwa kemarau panjang dan kekeringan tidak lebih sebagai
ujian dan cobaan yang pasti Allah akan memberikan jalan keluarnya, jika kita memohon
melalui shalat istisqa’.
2. Kepercayaan Diri dan Daya Juang
Daya juang adalah sama dengan kemampuan untuk bertahan dalam segala
situasi dan kondisi. Daya juang hanya akan muncul jika kita memiliki kepercayaan yang
tinggi dalam diri kita. Oleh karena itu, kepercayaan diri menjadi syarat mutlak terhadap
munculnya daya juang.
Materi-materi yang telah kita pelajari bersama memberikan pedoman penting
bagi kita tentang pentingnya kepercayaan diri dan daya juang. Allah Swt. menguji kita
dengan kemarau panjang dan kekeringan. Sama halnya dengan Allah menguji kita
dengan kejadian-kejadian di luar nalar, seperti gerhana matahari dan bulan.
Semua ujian tersebut harus dipahami untuk menempa kita selalu memiliki
kepercayaan diri terhadap kemampuan kita dengan tidak lupa semuanya berasal dari
Allah Swt. . Orang yang tidak memiliki kepercayaan diri pasti daya juangnya rendah.
Mengalami kekeringan di tengah kemaru panjang yang dilakukan hanya mengeluh,
mencaci dan masa bodoh terhadap keadaan. Sebaliknya bagi yang memiliki kepercayaan
diri akan terus berusaha dengan berbagai cara dan salah satunya adalah memohon
kepada Allah agar menurunkan hujan melalui pelaksanaan shalat istisqa’. Melalui
pelaksanaan shalat istisqa, kita akan bertemu dengan banyak jama’ah, kemudian terjadi
Rangkuman
1. Shalat sunnah terbagi menjadi dua, yaitu: shalat sunnah mu’akkad dan ghairu
mu’akkad.
2. Shalat sunnah mu’akkad merupakan shalat yang selalu dijalankan atau dilestarikan
oleh Nabi Muhamamd Saw dan tidak ditinggalkan, kecuali sekali atau dua kali
untuk memberi petunjuk bahwa ibadah tersebut tidak wajib hukumnya.
3. Termasuk shalat sunnah mu’akkad adalah:
a) Shalat sunnah rawatib
b) Shalat tahajjud
c) Shalat witir
d) Shalat dua hari raya
e) Shalat tahiyyat masjis.
4. Shalat sunnah ghairu mu’akkad adalah sholat yang Nabi Saw tidak selalu
melakukan setiap saat, terkadang beliau melaksanakannya, tetapi juga
meninggalkannya dalam waktu yang berbeda.
5. Diantara yang menjadi bagian dari shalat sunnah mu’akkad adalah:
a) Shalat dhuha
b) Shalat gerhana mata hari
c) Shalat gerhana bulan
d) Shalat meminta hujan.
S0AL-SOAL
1. Sebutkan macam-macam shalat sunah muakad!
2. Sebutkan shalat sunah yang meyertakan pelaksanaan khutbah!
3. Sebutkan macam-macam shalat sunah lail(malam)!
NAMA:SATRIYA
ReplyDeleteKELAS:7D
NO:26
Taufiq Akbar Ramadhan
ReplyDelete7A
29
Mardyana Putri Rahayu
ReplyDelete7B
20
Muhammad Alif Daneswara
ReplyDelete7e
18
Faisal Ahnaf Hidayat
ReplyDelete7E
11
ReplyDelete07
7d
Bayu herlambang
Delete07
7d
Bayu herlambang
ReplyDelete07
7d
Muhammad zakka af Ghani
ReplyDelete18
7D
Suryani
ReplyDelete7f
29
Moh Diky Kurniawan
ReplyDelete7e
15
Nama:Muhammad Ihsan Yahya
ReplyDeletekelas:7D
No.absen:17
Nama:Nurma Nur Hidayati
ReplyDeletekelas:7F
No asben:20
Nabella Putri Savira
ReplyDelete7A
22
Trianinda Murihana Dewi
ReplyDelete7f
30
Aulia Nur Rohmah
ReplyDelete7A
07
RAFI NUR FATONI
ReplyDelete7A
27
Eva Septiana Putri
ReplyDelete11
7f
Yogi
ReplyDelete7D
30
Fadli Yanto Romadhoni
ReplyDelete12
7F
Naddhirra Augustine Melandini
ReplyDelete23
7A
Tasya nur aeni
ReplyDelete7D
29
NOVIYANTO
ReplyDelete7e
24
Agustian
ReplyDelete7e
4
Nama:Ahmad Nur Rifai
ReplyDeleteKelas:7f
No absen:3
WAHYU RAMADHAN
ReplyDelete7E
29
ADHELIN ALAMANDA
ReplyDelete7E
2
ADHELIN ALAMANDA
ReplyDelete7E
2
NAMA:CHOIRUN NISSA ALMA AULIA
ReplyDeleteKELAS:7D
NOMOR:9
Herlyn Candra Sunu H
ReplyDelete7F
15
lisq oktavia ramadhani
ReplyDelete7b
19
Yoni Achmad Febriawan
ReplyDelete31
7e