Assalamu'alaikum Wr. Wb
Selamat menjalankan ibadah puasa!!!
Materi SKI yaitu daulah mamluk, silahkan kalian baca dan fahami kemudian ringkas materi.
Sebelum mulai pelajaran mari berdoa bersama.
Klik : AbsenSKI8 17-4-21
MATERI
Silsilah Pemimpin Daulah Mamluk
Al-Salih Ayyub
Shajar ad-Dur Aybak (1250-1257) Quthuz (1259-1260) Baybars (1260-1277)
Nur al-Din Ali (1250-1257) Barkah (1277-1279) Salamisy (1279) Qalawun (1279-1290) Khalil al-Asyraf (1290 1259) Al-Nashir (1293-1294, 1298-1308,1309-1340) Kirbugha (1294-1296) Lajin (1296-1298) Baybars II (1308-1309) Abu Bakar (1340-1341) Qujuq (1341-1342) Ahmad (1342) Ismail (1342-1345) Al Kamil Sha’ban (1345-1346)
Al-Muzhaffar Hajji (1346-1347) Al-Hasan (1347-1351) Al-Shalih (1351-1354) Al-Husayn Muhammad (1361-1363) Al-Asyraf Sha’ban (1363-1376) ‘Ala al-Din ‘Ali (1376-1381) ‘Al Shalih Hajji (1381-1382,
c. Pemimpin Terkenal Daulah Mamluk
v Sultan Al-Zahir Ruknuddin Baybar Al-Bunduqdari
Sultan Mamluk yang paling terkenal adalah Sultan Az-Zahir Ruknuddin Baybar Al-Bunduqdari (1260-1277 M). pada awalnya ia adalah seorang budak dari Turki, nama Al-Bunduqdari diperoleh dari tuan pemiliknya di Hamah sebelum dibeli oleh Sultan Al-Shalih Al-Ayyub. Baybar Al-Bunduqdari diangkat menjadi pemimpin pasukan pengawal oleh Sultan Al-Shalih Al-Ayyub, bahkan karir militernya berjalan mulus hingga ia berhasil menjabat sebagai komondo militer tertinggi di wilayah itu. Sultan Al-Zahir Ruknuddin Baybar Al-Bunduqdari menjadi Sultan Daulah Mamluk yang agung, penguasa dan pendiri sejati kekuasaan Daulah Mamluk Kemenangan pertamanya ia peroleh dalam peperangan melawan tentara Mongol di medan perang Ain Jalut; tetapi puncak ketenarannya didapatkan berkat perjuangannya yang tanpa henti melawan tentara salib.
v Keperwiraan Sultan Az-Zahir Ruknuddin Baybar Al-Bunduqdari
Kapasitas Sultan Baybar Al-Bunduqdari lebih dari sekedar pemimpin militer. Ia tidak hanya berhasil mengorganisasi angkatan perangnya, membangun kembali angkatan laut, dan memperkuat benteng Suriah, tetapi ia juga menggali sejumlah kanal, memperbaiki pelabuhan, serta menghubungkan Kairo dan
Damaskus dengan layanan burung Pos, yang hanya membutuhkan waktu empat hari. Terminal-terminal kuda didirikan di setiap pos pemberhentian yang siap mengangkutnya kapan pun. Daulah Mamluk juga memiliki pelayanan merpati Pos. Berkat mereka, Mesir memiliki daftar burung berkualitas baik untuk memenuhi pelayanan itu, yang asalnya dikembangkan pada periode Fathimiyah. Kualitas-kulitas burung itu
didata dalam sebuah daftar khusus. Sultan Baybar Al-Bunduqdari juga membangun banyak fasilitas umum,
mempercantik Masjid, menetapkan pajak untuk negara, zakat, dan sedekah. Di antara beberapa monumen arsitekturnya, seperti masjid agung di Kairo dan di Damaskus yang dibangun pada tahun 1269 M, serta sekolah yang menyandang namanya masih bertahan hingga kini.
Ahmad Fahreza Pradana
ReplyDelete01
8F
Rahma Aprilia Saputri
ReplyDelete8F/17
Hafidzin ikhlasul akmal
ReplyDelete8E/12
Aluna Maharani
ReplyDelete8E/03
Uswatun khasanah
ReplyDelete8e/29
Tatima Sholihah
ReplyDelete8e/28
Lia Kurniawati
ReplyDelete8f
16
Janita Fathu R
ReplyDelete8e/16
Aisyah nur ainina 8F/03
ReplyDeleteYuvi Bintang W
ReplyDelete8f/28
Desi ayu nur eka lestari
ReplyDelete8E/9
Fadilla putri pratama
ReplyDelete8f/14
Vikha Wulandari
ReplyDelete8e/30
Daffa
ReplyDelete8b/11
Fandi afnan risnanto
ReplyDelete12
7B