Assalamu'alaikum
Materi kali ini melanjutkan materi kemarin Bab III Puasa wajib dan puasa sunah
Sebelum kita mulai mari kita berdoa dahulu, berdoa mulai.....selesai.
Silahkan kalian salin ke buku catatan materi di bawah ini dan di fahami.
BAB III
PUASA WAJIB DAN PUASA SUNAH
1. Pengertian Puasa
Tahukah kamu apa itu puasa? Istilah puasa dalam bahasa Arab dikenal dengan
“shiyaam atau shaum”, keduanya merupakan bentuk masdar dari:
yang yang berarti menahan atau mencegah. Sedangkan menurut istilah, puasa adalah
menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam
matahari disertai niat, syarat dan rukun tertentu.
Allah Swt. berfirman:
Artinya: “… dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam,
Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. (QS. Al-Baqarah:
187)
Agar ibadah puasa yang kita lakukan sah dan bernilai pahala, maka kita harus
mengetahui syarat dan rukunnya.
2. Syarat Puasa
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan puasa. Syarat-syarat
tersebut terdiri dari syarat wajib dan syarat sah.
a. Syarat wajib puasa
Syarat wajib puasa adalah segala sesuatu yang menyebabkan seseorang diwajibkan
melakukan puasa. Muslim yang belum memenuhi syarat wajib puasa maka dia belum
dikenai kewajiban untuk mengerjakan puasa wajib. Adapun yang termasuk syarat wajib
puasa antara lain:
1) Islam
2) Baligh
3) Berakal sehat
4) Mampu (kuat melakukannya)
5) Suci dari haid dan nifas (khusus bagi kaum wanita)
6) Menetap (mukim).
b. Syarat sah puasa
Syarat sah adalah kondisi yang harus dipenuhi oleh seseorang agar puasanya sah dan
diterima oleh Allah Swt. Syarat sah puasa antara lain:
1) Islam
2) Mumayiz (bisa membedakan yang baik dan buruk)
3) Suci dari haid dan nifas
4) Berpuasa bukan pada hari-hari yang diharamkan.
3. Rukun Puasa
Pada waktu kita berpuasa, ada dua rukun yang harus diperhatikan, yaitu :
1) Niat, yaitu menyengaja untuk berpuasa
Niat puasa yaitu adanya kesengajaan di dalam hati untuk menjalankan puasa sematamata
mengharap ridha Allah Swt. Ibadah puasa tanpa adanya niat maka tidak bisa
dikatakan sebagai puasa. Untuk puasa wajib, maka kita harus berniat sebelum datang
fajar. Sementara itu untuk puasa Sunah, niat boleh dilakukan setelah terbit fajar,
dengan syarat kita belum melakukan perbuatan-perbuatan yang membatalkan puasa,
seperti makan, minum, berhubungan suami istri, dan lain-lain.
Nabi saw bersabda:
Artinya: “Dari Hafshah, dari Nabi Saw. bersabda: “Barangsiapa siapa yang tidak
berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan
An-Nasa’i)
2) Meninggalkan segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga
matahari terbenam
4. Sunah Puasa
Selain melaksanakan hal yang wajib, kita juga dianjurkan melaksanakan amalanamalan
Sunah untuk mendapatkan kesempurnaan ibadah kita. Adapun amalan-amalan Sunah
tersebut antara lain:
a. Makan sahur.
Makan sahur bertujuan kita kuat menjalankan ibadah puasa. Sahur diSunahkan karena
ada keberkahan di dalamnya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:
Artinya: “Dari Anas bin Malik ra. berkata, telah bersabda Rasulullah Saw: Makan
sahurlah kamu, sesungguhnya makanan sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Al-
Bukhari dan Muslim)
b. Mengakhirkan makan sahur.
c. Menyegerakan berbuka setelah waktu maghrib tiba. Disunahkan berbuka dengan
makanan yang manis-manis seperti kurma segar atau kurma matang dengan bilangan
ganjil. Jika tidak ada maka dengan air putih, kemudian melaksanakan salat maghrib.
d. Membaca doa ketika berpuasa.
Berdoa saat berbuka puasa merupakan sunah yang diajarkan Rasulullah Saw. Salah
satu waktu yang mustajab untuk berdoa adalah menjelang berbuka atau saat berbuka
puasa.
e. Memberi buka puasa (tafthir shaim). Hendaknya kita berusaha untuk selalu
memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air
ataupun sebutir kurma.
f. Meninggalkan hal-hal yang akan menghilangkan nilai puasa seperti berdusta,
bergunjing, adu domba, berbicara sia-sia dan jorok, serta larangan-larangan Islam
lainnya sehingga terbentuk ketaqwaan, inilah tujuan puasa.
g. Memperbanyak amal shalih terutama membaca Al-Qur’an dan bersedekah.
h. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. Rasulullah Saw.
selalu beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir dan para istrinya juga ikut i’tikaf
bersamanya. Secara khusus materi tentang i’tikaf akan dibahas pada baba tersendiri.
5. Hal-Hal yang Dimakruhkan ketika Puasa
Ketika kita sedang berpuasa, ada hal-hal yang makruh dilakukan meskipun tidak
sampai membatalkan puasa antara lain:
1) Berkumur-kumur yang berlebihan
2) Menyikat gigi, bersiwak setelah tergelincir matahari
3) Mencicipi makanan, walaupun tidak ditelan
4) Memperbanyak tidur ketika berpuasa, dan
5) Berbekam atau disuntik
6) Sengaja melambatkan berbuka padahal waktu sudah tiba.
6. Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
Saat kamu berpuasa, berhati-hatilah jangan sampai melakukan sesuatu yang dapat
membatalkan ibadah tersebut. Adapun beberapa hal yang dapat membatalkan puasa antara
lain:
1) Makan dan minum dengan sengaja
2) Murtad (keluar dari agama Islam)
3) Muntah dengan sengaja
4) Bersetubuh atau melakukan hubungan suami istri pada siang hari
5) Keluar darah haid atau nifas
6) Keluar air mani yang disengaja
7) Merubah niat puasa.
8) Hilang akal karena mabuk, pingsan, atau gila.
Ria Intan Engelina
ReplyDelete32/8C
Dinni fitriana
ReplyDelete8c/15
Okta Nur Ramadhani
ReplyDelete8d
23
Amifta Adinnia Windi
ReplyDelete07/8C
DESTANIKA ASKA PRATAMA
ReplyDelete8D
09
DESTANIKA ASKA PRATAMA
ReplyDelete8D
09
Nafsul Mutmainah
ReplyDelete28/8C
Ismi Nur Sabila
ReplyDelete23/8C
Aluna Maharani
ReplyDelete8E
03
SYLVIA DUROTUN NAFISAH
ReplyDelete8B(31)
USWATUN KHASANAH
ReplyDelete8e/29
Rahma ariska nur khairunnisa
ReplyDelete8D
25
Desi ayu nur eka lestari
ReplyDelete8E/9
Janita Fathu R
ReplyDelete8e/16
Aluna Maharani
ReplyDelete8E
03
Nindia choirrun nisa
ReplyDelete8d
22
Rahma Aprilia Saputri
ReplyDelete8f/18
Bagas dairo shando
ReplyDelete8B
10
M.FIAN.AFA.ANDY
ReplyDelete8B/23
alfian hafizh
ReplyDelete8c
06
Hafidzin ikhlasul akmal
ReplyDelete8e
12
Syayidatul Atikah
ReplyDelete8e/26
Adinda Devi Lintang Pertiwi
ReplyDelete02/8C
Adinda Devi Lintang Pertiwi
ReplyDelete02/8C
Hendra Prasetyo
ReplyDelete14
7F
Novina Abela Yumandari
ReplyDeletekelas:8C
no absen:30
Ayusta Nawang Setyaningsih
ReplyDelete8b/9
Anggit Dwi Nuraini
ReplyDelete8B/5
Dimas aji Winarto
ReplyDelete8d/11
Adelia kurniawati
ReplyDelete8D
01
Gesya bagus saputra
ReplyDelete8A/19
Fahmi Kurnia
ReplyDeleteNo 12
Kelas 8B
Cahya romadoni
ReplyDelete12/8c
Dian saputri
ReplyDelete8e/10
JAKFAR RIKO SAPUTRA
ReplyDelete8D
17
JAKFAR RIKO SAPUTRA
ReplyDelete8D
17
Aditya fawaz
ReplyDelete8d
2
Ana Suryani
ReplyDelete8A/08
Umar Anugrah Okta
ReplyDelete8D
31
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteFadilla Putri Pratama
ReplyDelete15
8f
Indah Setiyani
ReplyDelete8b
18
Andika putri sagita
ReplyDelete8D
4
Alfani Muslim Akbar
ReplyDelete8c
5
Yuda sakti Kurniawan
ReplyDeleteKelas 8F
Nomer absen 28
Afrina sheila nur Juliani
ReplyDelete8D
3
Maulana yoga Pratama
ReplyDelete8c
25
Vikha Wulandari
ReplyDelete8e/30
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAisyah nur ainina
ReplyDelete8f/04
Yuda sakti Kurniawan
ReplyDeleteKelas 8F
Nomer absen 28
Oktavia Laily Rahmawati
ReplyDelete8D
24
Indah Sekar Setyawati
ReplyDelete15/8D
Aurel Yunis Tasia
ReplyDelete8b
8
Dwi yulianto
ReplyDelete8D
12
yuda murdani setiawan
ReplyDelete32
8d
Alan tiko julian
ReplyDelete8c/4