Tuesday, September 15, 2020

Fikih kelas 7 (A-F), Rabu 16 September 2020

 Assalamu'alaikum Wr. Wb

Tidak lupa kita berdoa terlebih dahulu....

Silahkan kalian dibaca, difahami dan di ringkas di buku catatan, materi melanjutkan yang kemarin.

Penilaian materi ini ketika tatap muka!

 4. Perkara-Perkara Yang Membatalkan Shalat

Mari kita cermati! Shalat fardlu seseorang akan menjadi batal dan tidak sah dengan sendirinya, jika terjadi perkara-perkara yang membatalkan. Diantaranya:

Perkara-Perkara Yang Membatalkan Shalat

1. Datangnya hadats kecil maupun besar ditengah-tengah shalat.

2. Menempelnya najis yang tidak dapat dimaafkan pada badan, pakaian, dan tempat shalat, kecuali langsung disingkirkan.

3. Mengeluarkan ucapan lebih dari dua huruf dengan sengaja untuk berbicara atau satu huruf, namun sudah bisa dipahami. Contoh: Jangan berdiri!, “duduk!”, dan seterusnya.

4. Tertawa lebar ketika dalam shalat.

5. Makan dan Minum meskipun hanya sedikit.

6. Murtad ketika dalam shalat.

7. Gila ketika dalam shalat.

8. Berpaling dari arah kiblat.

9. Tersingkapnya pakaian, sehingga terbuka aurat.

10. Meringkas rukun shalat, seperti ruku’ dan i’tidal dijadikan satu sehingga dari ruku’ langsung sujud.

11. Ragu terhadap niat yang telah dilakukan, misalnya, dhuhur atau ashar.

12. Mengubah niat dari shalat fardhu menjadi shalat lainnya, misalnya, shalat dhuhur niatnya diganti dengan shalat gerhana matahari.

13. Niat keluar dari shalat sebelum sempurna semua rukun-rukunnya.

14. Bimbang dalam shalatnya, apakah akan meneruskan atau membatalkannya.

15. Menggantungkan pembatalan shalat pada suatu perkara. Contoh, dalam shalat mengatakan jika haidh datang, saya akan membatalkan shalat.

16. Sengaja meninggalkan salah satu rukun shalat.

17. Sengaja mengulang-ulang rukun dengan tujuan bersenda gurau.

18. Mencampur aduk rukun shalat, contoh mendahulukan rukun tertentu dan mengakhirkan yang lain di laur ketentuan.

19. Bermakmum pada orang yang shalatnya tidak sah, seperti kepada orang kafir.

20. Sengaja memanjangkan rukun yang pendek.

21. Mendahului atau tertinggal dua rukun yang berupa perbuatan (fili) yang dilakukan imam tanpa udzur.

22. Mengucapkan salam sebelum waktunya.

23. Mengucapkan takbiratul ihram kedua kalinya dengan niat memperbaruhi shalat.

24. Dengan sengaja kembali duduk tasyahud awal pada saat sudah dalam kondisi berdiri

B.TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT FARDHU

2. Ketentuan Dalam Pelaksanaan Shalat Fardlu

Tahukah kita, dalam pelaksanaan shalat terdapat (1) rukun; (2) sunnah abadl; (3)sunnah haiah; dan (4) perkara-perkara yang membatalkan shalat. Keempatnya menjadi satu kesatuan. Contoh, kentut adalah membatalkan shalat, maka akibatnya seluruh ketentuan dalam rukun, sunnah abadl, dan sunnah haiah tidak mungkin dilaksanakan. Karena kentut akan berakibat batalnya shalat, dan mengulang kembali wudhu dan shalatnya dari awal

Rukun

Kedudukan sama dengan syarat sahnya shalat yang harus dipenuhi. Perbedaannya adalah: Syarat sahnya shalat dilaksanakan sebelum shalat dan berlanjut hingga selesainya shalat. Sedangkan rukun dilaksanakan dalam shalat itu sendiri. Rukun dalam shalat tidak boleh ditinggalkan baik karena sengaja, lupa, maupun memang tidak mengetahuinya. Rukun ibarat fondasi rumah, dan rumah tidak akan berdiri jika tidak ada fondasinya

Sunah Ab’ad

Perkara-perkara yang dianjurkan dalam pelaksanaan shalat, dan jika ditinggalkan dapat digantikan dengan sujud sahwi (sujud karena lupa dalam shalat). Dalam melakukan sujud sahwi dianjurkan membaca:

 Artinya:

Maha Suci Allah Swt yang tidak pernah tidur dan lupa

Sunnah Haiah

Perkara-perkara sunnah dalam shalat yang jika dilupa dikerjakan tidak perlu menggantinya dengan sujud sahwi

Rukun Shalat Fardlu Lima Kali

Mari Cermati dan Praktekkan Rukun-Rukun Shalat Di Bawah Ini!

1. Berdiri bagi orang yang mampu. Bagi kesulitan berdiri karena sakit atau lemah fisiknya, maka diperbolehkan shalat dengan duduk. Berdiri merupakan rukun awal shalat sebelum melakukan tabiratul ihram yang disertai dengan niat shalat.

2. Takbiratul ihram atau membaca Allahu Akbar dengan menghadap kiblat. Caranya melakukannya adalah mengangkat tangan sejajar dengan dua daun telinga.Waktu mengangkat tangan dilakukan bersamaan dengan mengucapkan

takbir.

3. Berniat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Niat memiliki tiga syarat yang harus dipenuhi: (1) Ada kehendak untuk melakukan sesuatu; (2) Menjelaskan ibadah yang hendak dilakukan; dan (3) Menyertakan kata fardlu dalam niatnya. Perhatian contoh shalat dhuhur:

 Artinya:

Aku berniat melaksanakan shalat fardlu dhuhur dengan empat rekaat dan menghadap kiblat pada saat ini hanya semata-mata karena Allah Swt.

4. Membaca surah al-Fatihah secara lengkap dan bismillahirrahmanirrahim sebagai bagian didalamnya

5. Ruku’ yang berarti membungkukkan kepala dan penggung bersamaan dengan memegang kedua lutut.

6. Thumaninah yaitu berdiam dalam ruku’

hingga seluruh anggota tubuh tenang selama kira-kira selesai membaca tasbih.

7. Bangun dari ruku’ dan i’tidal. Artinya kembali pada keadaan sebelum ruku’, baik shalat yang dilakukan dengan berdiri maupun duduk.

8. Thumanihah i’tidal. Berdiam diri sebelum melakukan sujud pertama hingga seluruh anggota tubuh tenang selama kira-kira selesai membaca tasbih

9. Dua sujud dalam setiap rekaat. Meletakkan sebagian dahi yang terbuka ke tempat shalat.

10. Thumanihah, yaitu berdiam diri sebelum melakukan duduk diantara dua sujud hingga seluruh anggota tubuh tenang selama kira-kira selesai membaca tasbih.

11. Duduk diantara dua sujud dalam setiap rekaat.

12. Thumanihah, yaitu berdiam diri sebelum selama duduk diantara dua sujud hingga seluruh anggota tubuh tenang selama kira-kira selesai membaca tasbih.

13. Duduk untuk malaksanakan tasyahud akhir.

14. Membaca tasyahud akhir. Do’a tasyahud yang dibaca adalah:

 Artinya:

Penghormatan penuh berkah dan shalawat yang baik hanya untuk Allah Swt. Semoga keselamatan dan rahmat senantiasa tercurah kepadamu, wahai Nabi. Dam semoga keselamatan itu juga tercurah atas kami dan hamba-hamba Allah Swt yang shaleh. Abu bersaks bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Saw adalah hamba sekaligus utusan-Nya.

Setelah do’a tasayahud disusul dengan membaca shalawat sebagai berikut:

 Artinya:

Ya Allah Swt, anugerahilah keselamatan kepada Nabi Muhammad dan Keluarganya, sebagai Engkau telah menyelamatkan Ibrahim dan keluarganya. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana engkau memberkahi Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Suci lagi Maha Pemberi yang tak terbatas.

15. Mengucapkan salam yang pertama dan niat keluar dari shalat ketika salam pertama.. Adapun ucapan salam yaitu:

 Artinya:

Salam dan rahmat Allah Swt semoga tercurahkan bagi kalian semua

16. Tertib yaitu melaksanakan rukun-rukun shalat sebagaimana ketentuan. Maka tidak diperbolehkan melakukan sujud sebelum rukuk

3. Perbedaan Pelaksanaan Rukun Antara Laki-Laki dan Perempuan

Ketentuan rukun shalat di atas diberlakukan kepada seluruh laki-laki dan perempuan. Ayo kita kaji lebih dalam, apakah tata cara pelaksanaan rukun shalat laki-laki sama dengan perempuan?

Mari kita temukan perbedaannya!

PELAKSANAAN RUKUN RUKUN SHALAT

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

Merenggangkan antara siku dari kedua lambungnya dan mengangkat perut agar menjauh dari kedua paha.

Merapatkan bagian-bagian yang direnggangkan. Perut menempel pada kedua paha, dan ketika sujud dan ruku’ kedua lututnya saling menempel, begitu juga kedua kakinya karena posisi ini lebih menutup bagi perempuan.

Cara Membaca Bacaan Shalat

Mengeraskan suara bacaannya pada shalat-shalat jahriyah dan membaca dengan suara rendah pada shalat-shalat sirriyah.

Shalat yang dilakukan di sekitar laki-laki lain bukan mahram, dianjurkan merendahkan suaranya

Aurat

Dalam shalat minimal harus menutup anggota tubuh antara pusar hingga kedua lutut

Seluruh anggota badan, kecuali wajah dan dua telapak tangan

 

4. Sunnah Haiah dan Sunnah Abadl Dalam Shalat Fardlu

Sudah menemukan jawaban kah kita, bagaimana jika kita lalai terhadap rukun-rukun di atas? Contoh: Kita lupa mengerjakan dua sujud dalam rekaat pertama. Kita juga membaca surah al-Fatihah dalam posisi ruku’. Kita juga lupa jika dalam kondisi shalat, sehingga berkata hei jangan ramai!. Jawabannya adalah melakukan sujud sahwi.

Sujud dilakukan sebagaimana sujud dalam shalat pada umumnya, yaitu dua kali dan disela-selai oleh duduk diantara dua sujud. Sujud ini dilaksanakan sebelum salam yang pertama.

Tahu kah kita, jika telah mengerjakan semua rukun di atas, maka shalatnya sudah sah. Namun yang biasa kita lakukan dan amati bersama, ada bacaan maupun gerakan-gerakan lebih dari ketentuan rukun yang ada.

Mengapa penambahan bacaan dan gerakan terjadi? Apakah tidak membatalkan shalat, karena menambah diluar ketentuan rukun? Jawabnya adalah, boleh selama penambahan dianjurkan atau disunnahkan oleh Rasulullah Saw. Disunnahkan terbagi dalam dua bagian, yaitu: sunnah abadl dan sunnah haiah.

Sunnah Abadl Dalam Shalat Fardlu

1. Membaca dan duduk tasyahud awal. Tasayahud ini hanya berlaku pada shalat yang jumlah rekaatnya lebih dari 2 rekaat, seperti maghrib, isya’, dhuhur, dan ashar. Dalam tasyahud awal disunnahkan membaca doa yang sama dengan tasyahud akhir tanpa shalawat kepada Nabi.

2. Membaca shalawat kepada Nabi pada tasyahud awal.

3. Membaca shalawat kepada keluarga Nabi dalam tasyahud akhir.

4. Berdiri dalam qunut dan membaca do’anya pada rekaan kedua pada posisi i’tidal dalam shalat subuh

Sunnah Haiah Dalam Shalat Fardlu

1. Mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, ruku’, bangun dari ruku’, dan bangun dari tasyahud awal. Mengangkat kedua tangan hingga ujung jari-jari melebihi tingginya telinga, dengan kedua ibu jari di bawah cuping telinga, dan kedua telapak tangannya melebihi tinggi kedua bahu. Mengangkat tangan juga sambil memulai takbir dan tasmi'.

2. Memiringkan ujung-ujung jari ke arah kiblat sambil merenggangkannya pada saat mengangkat tangan.

3. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan menempatkannya di pertengahan antara dada dan pusar.

4. Membaca do’a iftitah atau tawajjuh setelah takbiratul ihram pada rekaat pertama

5. Membaca taawudz atau istiaadzah, yaitu:

 Artinya:

Aku berlindung dari godaan syaithan yang terkutuk.

Taawudz dibaca sebelum membaca surah dan dengan suara yang pelan.

6. Mengeraskan bacaan pada tempatnya. Termasuk bacaan keras adalah pada waktu shalat subuh, dua rakaat pertama shalat Isya, dua rakaat pertama shalat Maghrib, dan dua rakaat shalat subuh.

7. Membaca pelan pada tempatnya. Termasuk bacaan yang dipelankan adalah semua shalat selain yang telah disebutkan pada nomor 6 (enam).

8. Mengucapkan Amin( أمين ) setelah selesai membaca surat al-Fatihah.Pengucapan amin dilakukan dengan suara keras dalam shalat jarhriyah, dan dengan rendah atau pelan dalam shalat sirriyah.

9. Membaca surat setelah surah Al-Fatihah pada dua rekaat pertama bagi imam atau orang yang shalat sendirian.

10. Membaca takbir ketika setiap kali hendak rukudan bangkit dari selain ruku’, kecuali takbiratul ihram yang wajib hukumnya.

11. Meletakkan kedua telapak tangan pada kedua lutut pada saat posisi ruku’ sambil merenggangkan jari-jari.

12. Membaca tasbih sebanyak tiga kali dalam ruku’. Sedangkan bacaannya adalah Subhana Rabbaiyal Adzimi dengan tambahan wa bihamdihi sebagai penyempurna.

13. Mengucapkan kalimat tasmiketika bangkir dari ruku’


77 comments:

  1. Nama:Nabella putri savira
    Kelas:7A
    NoAbsen:22

    ReplyDelete
  2. Nama : Taufiq Akbar Ramadhan
    Kelas : 7A
    No : 29

    ReplyDelete
  3. Nama:Anisa Ayu Andira
    Kelas:7A
    No absen:04

    ReplyDelete
  4. nama:innayathul kaditha
    kelas:7A
    no absen:15

    ReplyDelete
  5. Nama:Muhammad Alif Daneswara
    Kelas:7E
    No absen:18

    ReplyDelete
  6. Nama:Ahmad Nur Rifai
    Kelas:7f
    No absen:03

    ReplyDelete
  7. Nama: Razita Mahfuzah
    Kelas: 7c
    No Absen: 26

    ReplyDelete
  8. Meutya Arifka Khoirunisa
    Kelas : 7c
    No.Absen : 18

    ReplyDelete
  9. Nama:Riva putri nur aini
    Kelas:7f
    No absen:24

    ReplyDelete
  10. Nama: Arista Keisya Nugraha
    Kelas: 7A
    NoAbsen: 06

    ReplyDelete
  11. Nama: Arista Keisya Nugraha
    Kelas: 7A
    NoAbsen: 06

    ReplyDelete
  12. Nama : Faisal Ahnaf Hidayat
    Kelas : 7E
    No absen : 11

    ReplyDelete
  13. Nama:Dhanu Wahyu Saputro
    Kelas:7f
    No:07

    ReplyDelete
  14. Nama:tasya nur aeni
    Kelas:7D
    No:29

    ReplyDelete
  15. nama:Nurma Nur Hidayati
    kelas:7F
    no absen:20

    ReplyDelete
  16. Nama : Trianinda Murihana Dewi
    Kelas :7F
    No Absen:30

    ReplyDelete
  17. Anditho galih putra fajar
    Kelas:7e
    No absen:5

    ReplyDelete
  18. Nama:Muhammad Ihsan Yahya
    Kelas:7D
    No.absen:17

    ReplyDelete
  19. Nama:aryuda dwi wijatmoko
    Kelas:7E
    No absen:07

    ReplyDelete
  20. Nama:aryudi dwi wijatmoko
    Kelas:7D
    No absen:06

    ReplyDelete
  21. Nama:Septiana Romadhoni
    Kelas:7f
    No.absen:26

    ReplyDelete
  22. Nama=Rafi nur fatoni
    Kelas=7A
    No Absen=27

    ReplyDelete
  23. Nama: Bimo kuncoro adi h
    Kelas: 7F
    No. absen: 06

    ReplyDelete
  24. Bayu Herlambang
    07
    7D

    ReplyDelete
  25. AFLAH RAFA WIDAYAT
    Kelas:7E
    No Absen:03

    ReplyDelete
  26. AFLAH RAFA WIDAYAT
    Kelas:7E
    No Absen:03

    ReplyDelete
  27. Nama:Ludfi nugroho
    Kelas:7f
    No absen:17

    ReplyDelete
  28. Nama:Lisa Oktavia ramadhani
    Kelas:7B
    No:19

    ReplyDelete
  29. Anak2ku tetap semangat beraktivitas, rajin belajar, beribadah, mengaji, berbakti pada ortum sholat tepat waktu. Sekali lagi mengingatkan pekan depan kalian PTS, moga lanjarsukses semuanya n sehat afiat selalu.

    ReplyDelete

SKI kelas 8 ABC (15/01/22)

Assalamu'alaikum Wr. Wb Salam sehat selalu dan tetap semangat untuk belajar, sebelum dimulai mari awali dengan berdoa. Materi hari ini t...