Friday, November 6, 2020

SKI Kelas 8 Bab 3 (Kemajuan peradaban islam masa daulah abbasiyah)

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Materi kali ini Bab 3 Silahkan kalian perhatikan video dan catat materinya

Sebelum kita mulai pelajaran mari kita berdoa terlebih dahulu.....

Buka video sebagai daftar hadir.

Klik : Video Bab 3

 

BAB 3

KEMAJUAN PERADABAN ISLAM

MASA DAULAH AYYUBIYAH

 

A. Proses Berdirinya Daulah Ayyubiyah

Daulah Ayyubiyah adalah sebuah dinasti sunni yang berkuasa di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekah, Hejaz dan Dyarbakir. Dinasti Ayyubiyah didirikan oleh Salahuddīn al-Ayyubi. Penamaan al-Ayyubiyah dinisbatkan kepada nama belakangnya Al-Ayyubi, diambil dari nama kakeknya yang bernama Ayyub. Nama besar dinasti ini diperoleh sejak Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi berhasil mendirikan kesultanan yang bermazhab Sunni, menggantikan kesultanan Fathimiyah yang bermazhab Syi’ah.

 a. Keruntuhan Daulah Abbasiyah

Daulah Abbasiyah yang pernah mencapai puncak kejayaan dalam sejarah peradaban Islam, mulai menampakkan kemunduran pada periode kedua kekhalifahannya. Kelemahan bidang politik dan pemerintahan menjadi salah satu penyebab utama dari keruntuhan Daulah Abbasiyah. Hal ini disebabkan karena periode kedua pemerintahan Daulah Abbasiyah tidak mandiri dalam bidang politik dan pemerintahan.

Lemahnya pemerintahan Daulah Abbasiyah ini dimanfaatkan oleh daulah-daulah kecil untuk melepaskan diri dari kekuasaan Abbasiyah. Antara lain :

1. Daulah Idrisiyah di Maroko (172-311 H/788-932 M)

2. Daulah Aghlabiyah di Tunisia (184-296 H/800-909 M)

3. Dulah Thuluniyah (254-292 H/868-905 M)

 4. Daulah Ikhsidiyah (323-358 H/935-969 M)

5. Daulah Hamdaniyah (293-394 H/905-1004 M)

6. Daulah Thahiriyah (205-259 H/821-873 M)

 b. Berdirinya Daulah Fathimiyyah (297-567 H/909-1171 M)

Daulah Fathimiyah adalah satu-satunya daulah Syiah dalam Islam, nama daulah ini dinisbatkan kepada putri Nabi Muhammad Saw, Fathimah Az-Zahra. Didirikan oleh Said ibn Husain yang merupakan keturunan Syi’ah Ismailiyah. Gerakan pendirian Daulah Fathimiyah tidak terlepas dari peran serta seorang pengikut Syi’ah bernama Abu Abdillah Asya’si.

Setelah kaum Alawiyyin mampu menaklukan Daulah Aghlabiyah di Tunisia, berdirilah Daulah Fathimiyyah dengan khalifah pertama Ubaidillah al Mahdi dengan ibukota pemerintahannya kota Qairawan, Tunisia.

Pada tahun 358 H/969 M, panglima tentara Daulah Fathimiyah bernama Jauhar As-Siqli mampu merebut Mesir dari kekuasaan Daulah Ikhsyidiyah. Setelah menguasai Mesir, panglima Jauhar As-Siqli membangun sebuah kota yang megah bernama Al-Qahirah (Kairo). Sejak saat itu Daulah Fathimiyah memindahkan ibu kotanya ke Kairo, Mesir.

Secara keseluruhan Daulah Fathimiyah berkuasa selama 262 tahun dengan khalifah pertamanya Ubaidillah Al-Mahdi dan khalifah terakhirnya Al-Adid Billah. Daulah Fathimiyah mencapai puncak kejayaannya pada saat khalifah kelima yaitu Khalifah Abu Manshur Nizar Al-Aziz (975-996 M) berkuasa. Di bawah kekuasaanya Mesir hidup dalam kedamaian, dan pada masa Khalifah Al-Muiz Lidinillah Masjid Al-Azhar yang kemudian hari menjadi Universitas Al-Azhar dibangun.

c. Proses Terbentuknya Daulah Ayyubiyah

 Daulah Fathimiyah saat dipimpin oleh khalifah terakhinya bernama Khalifah Al-Adid Billah (1160-1171 M) mengalami kemunduran dan kondisi pemerintahan yang lemah. Selain karena musim peceklik, adanya penyerbuan tentara salib ke Mesir, dan konflik internal pemerintahan Daulah Fathimiyah.

Dalam kondisi Mesir seperti itu, seorang panglima bernama Assaduddin Syirkuh bersama saudaranya Salahuddin Al-Ayyubi ditugaskan oleh gubernur

Syiria, Nuruddin Zangi untuk datang ke Mesir dengan tujuan mengusir tentara salib sekaligus menguasai Mesir.

Rupanya proses ini tidak berjalan mulus, seorang perdana menteri Daulah Fathimiyah bernama Syawwar, telah melakukan persengkongkolan dengan tentara salib. Akhirnya, panglima Assaduddin Syirkuh dan Salahuddin Al-Ayyubi menngkap perdana menteri Syawwar. Kemudian, kedudukan Syawwar digantikan oleh Assaduddin Syirkuh yang kemudian wafat setelah menjabat sebagai perdana menteri selama dua bulan. Salahuddin Al-Ayyubi akhirnya didapuk menjadi perdana menteri menggatikan Assaduddin Syirkuh.

Saat Khalifah Al-Adid Billah sakit, kedudukan Salahuddin Al-Ayyubi semakin kuat. Salahuddin Al-Ayyubi mendapat dukungan penuh dari rakyat Mesir, apalagi Salahuddin Al-Ayyubi dan rakyat Mesir sama-sama memiliki faham Islam Sunni.

Bertepatan dengan wafatnya Khalifah Al-Adid Billah pada 10 Muharram 1171 M, Salahuddin Al-Ayyubi memproklamirkan berdirinya Daulah Ayyubiyah dan berkahirnya pemerintahan Daulah Fathimiyah.

Tuesday, November 3, 2020

Fikih Kelas 7, 4 November 2020

 Assalamu'alaikum Wr. Wb

Materi kali ini Bab 5 tentang zikir dan doa setelah shalat

Silahkan kalian perhatikan video di bawah ini dan tulis materinya.

Sebelumnya mari kita berdoa bersama.......selesai!

Catatan: (Buka video sebagai kehadiran)

Klik : Video zikir dan doa

 

1.      1. Pengertian Berdzikir dan Berdoa

Tahukah kita, Berdzikir berakar dari kata al-dzikru (الذكر ) yang bermakna dasar mengingat dan berdoa berakar dari kata al-dua (الدعاء ) yang bermakna dasar mengajak, memanggil, meminta tolong atau memohon sesuatu.

Bisa kah kita membedakan dua istilah berikut? Istilah yang pertama adalah dzikir (الذكر ) dan istilah yang kedua yaitu berdoa (الدعاء ).

Unsur-unsurnya

Berdzikir

Berdoa

Dilakukan secara berjamaah atau sendirian

Menggunakan bacaan-bacaan tertentu

Mengikut sertakan hati yang terdalam

Mengikut sertakan berbagai perbuatan nyata

-

Mengandung unsur pengharapan

Mengandung unsur untuk mengingat

Ditujukan kepada Allah Swt

Dilakukan dalam waktu-waktu tertentu

Dilakukan dalam di setiap saat

Setelah kita mencermati tabel, bisakah kita membedakan antara berdzikir dan berdoa? Perbedaan antara berdzikir dan berdoa hampir tidak ada, baik ditinjau dari segi orang yang melakukannya, bacaan-bacaan hingga waktu pelaksanaan. Perbedaan hanya terdapat pada makna dasarnya, yaitu sebagai makna dasar berdzikir dan makna dasar berdoa adalah mengharap. Perbedaan hanya pada berbagai perbuatan nyata yang menjadi sebab terjadinya peristiwa berdzikir. Contohnya kita melaksanakan shalat dapat menyebabkan kita menjadi ingat atau berdzikir kepada Allah Swt. Sedangkan berdoa disebabkan adanya kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan oleh kita. Contohnya kita membutuhkan prestasi yang tinggi dalam belajar, sehingga selain belajar sungguh juga disertai doa kepada Allah Swt agar harapan tersebut tercapai.

Apakah yang dapat kita simpulkan dari tabel di atas? Berdzikir merupakan kegiatan ibadah yang dilakukan secara berjamaah atau sendirian dengan membaca bacaan-bacaan atau melakukan perbuatan-perbuatan tertentu yang disertai penghayatan hati yang mendalam dalam upaya mengingat Allah Swt di setiap waktu dan tempat.

Berdoa merupakan kegiatan ibadah yang dilakukan secara berjamaah atau sendirian dengan membaca bacaan-bacaan tertentu disertai dengan penghayatan hati yang mendalam agar harapan-harapan kita dikabulkan oleh Allah Swt di setiap waktu dan tempat..

Diantara salah satu waktu yang sangat dianjurkan berdzikir dan berdoa adalah setelah shalat fardlu lima kali. Waktu tersebut merupakan salah satu yang dijanjikan oleh Allah dikabulkannya doa-doa kita. Sedangkan tempat yang paling utama adalah masjid yang merupakan rumah Allah (Baitullah).

2. Dasar-Dasar Hukum Berdzikir dan Berdoa

Ayo kita baca, cermati dengan seksama, dan berikan kesimpulan tentang kandungan hadits-hadits Nabi Saw dibawah ini:

a) Firman Allah Swt:

Artinya:

Tuhan kalian berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan perkenankan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (QS. Al-Mukmin (40): 60)

b) Allah juga berfirman:

Artinya:

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentangAku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu dalam kebenaran(QS. Al-Baqarah (2): 186)

c) Allah juga berfirman:

Artinya:

Maka ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengingat kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Ku dan janganlah kalian ingkar (atas nikmat-nikmat-Ku)(QS. Al-Baqarah (2): 152)

d) Allah juga berfirman:

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kalian kepada Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya(QS. Al-Ahzab (33): 41)

e) Rasulullah bersabda:

Artinya:

Seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula memutuskan hubungan silaturahmi, niscaya akan Allah berikan kepadanya salah satu dari tiga keadaan, yaitu bisa jadi Allah percepat pengabulannya di dunia, atau Allah akhirkan pengabulannya nanti di akhirat, atau Allah ganti dengan menghilangkan keburukan yang sebanding dengan doanya(HR. Tirmidzi dan Ahmad).

f) Rasulullah bersabda:

Artinya:

Perumpamaan orang yang mengingat (nama) Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama)-Nya, laksana orang hidup dengan orang mati(HR: Bukhari)

g) Rasulullah bersabda:

Artinya:

Perumpamaan rumah yang digunakan untuk berdzikir kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan untuknya, laksana orang hidup dengan yang mati(HR. Muslim)

h) Rasulullah bersabda:

Artinya:

Maukah kalian, aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja kalian (yaitu Allah), dan paling mengangkat derajat kalian; Lebih baik bagi kalian dari bersedekah emas atau perak, dan lebih baik bagi kalian dari bertemu musuh kalian, lantas kalian memenggal lehernya atau mereka memenggal leher kalian? Para sahabat berkata: Iya wahai Rasulullah! Beliau menjawab: Berdzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah)

i) Hadits Rasulullah Saw dari Abu Umamah, ia berkata:

Artinya:

Ditanyakan kepada Rasulullah Saw: Kapankah waktu berdoa yang lebih diperkenankan? Beliau menjawab: Dibagian malam terakhir dan setiap selesai shalat fardlu(HR. Tirmidzi).

Apa yang dapat kita simpulkan dari ayat-ayat dan Hadits-hadits Rasulullah Saw di atas? Berdzikir dan berdoa termasuk salah satu perintah Allah Swt kepada setiap manusia. Jika kita melupakan berdzikir dan berdoa kepada-Nya maka hakekatnya kita telah mati di sisi-Nya. Meskipun rumah banyak penghuni tetapi tidak dihiasi dengan berdzikir maka rumah hakekatnya juga kosong tak berpenghuni disisi-Nya. Allah memberikan jaminan kepada kita yang selalu berdzikir dan berdoa akan selalu diiingat-Nya dan dikabulkan permohonan kita. Ibadah berdzikir memiliki keutuman lebih dibanding dengan bersedekah emas berlian dan berjihad di jalan Allah Swt. Hadits terakhir yang diriwayatkan Tirmidzi menunjukkan berdzikir dan berdoa setelah shalat fardlu lima kali dan tengah malam merupakan dua waktu lebih utama dibanding waktu-waktu lainnya.

Fikih kelas 8, 4 November 2020

 Assalamu'alaikum Wr. Wb

Materi kali ini Bab 4 tentang iktikaf

Silahkan kalian perhatikan video di bawah ini dan catat materinya

Sebelum mulai pembelajaran kita berdoa bersama.....berdoa selesai!

Catatan: Buka video sebagai kehadiran

Klik : Video iktikaf 

 

1.     1.  Pengertian Itikaf

Kamu tentu sering melaksanakan Itikaf bukan saat kamu berada di masjid sambil

berzikir atau membaca Al-Quran? Istilah Itikaf berasal dari Bahasa Arab dan merupakan

bentuk masdar (infinitif) dari:

yang berarti tinggal, menetap, atau

berdiam diri di suatu tempat. Sedangkan menurut istilah, itikaf adalah berdiam diri di dalam

masjid untuk beribadah kepada Allah yang dilakukan oleh orang tertentu dengan tata cara

tertentu.

Allah Swt. berfirman:

Artinya: Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: Bersihkanlah rumah-

Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf, yang ruku dan yang sujud.(QS. Al-

Baqarah: 125).

Sabda Nabi Saw..:

Artinya:Sesungguhnya Nabi Saw.. senantiasa beritikaf pada sepuluh hari yang terakhir

pada bulan Ramadhan. Kemudian para istrinya beritikaf setelah beliau wafat. (HR. Al-

Bukhari dan Muslim)

Hukum Itikaf

Jumhur ulama berpendapat bahwa hukum asal melaksanakan itikaf adalah Sunah.

Dan bisa berubah menjadi wajib jika seseorang bernadzar untuk melaksanakannya. Namun

meskipun demikian, ada perbedaan pendapat di antara para ulama tentang tingkat

kesunahannya. Madzhab Asy-Syafiiyah memandang semua itikaf itu hukumnya Sunah

muakkadah, kapan saja dilakukan. Namun bila dilakukan pada sepuluh hari terakhir di

bulan Ramadhan, level keSunahannya lebih tinggi lagi.

Tahukah kamu mengapa para ulama fikih tidak berpandangan bahwa hukum

melaksanakan itikaf adalah wajib, padahal Rasulullah Saw. senantiasa melaksanakannya

setiap tahun terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan?

Para ulama berargumentasi bahwa Rasulullah Saw., memang tidak mewajibkan seluruh

shahabatnya untuk melakukan itikaf. Pada saat beliau Saw. beritikaf, memang ada

sebagian shahabat yang ikut beritikaf bersama beliau, namun sebagian yang lain tidak

ikut.

2. Rukun Itikaf

Tahukah kamu apa yang harus kita lakukan pada waktu melaksanakan itikaf? Pada

waktu kita beritikaf, ada dua rukun yang harus diperhatikan, yaitu:

1) Niat, yaitu menyengaja untuk beritikaf

Jumhur ulama di antaranya madzhab Al-Malikiyah, Asy-Syafiiyah dan Al-Hanabilah

sepakat menetapkan bahwa niat adalah bagian dari rukun itikaf. Sedangkan madzhab

Al-Hanafiyah menempatkan niat sebagai syarat itikaf dan bukan sebagai rukun.

Fungsi dari niat ketika beritikaf ini antara lain:

Pertama untuk menegaskan spesifikasi ibadah itikaf dari sekedar duduk ngobrol di

dalam masjid. Orang yang sekedar duduk menghabiskan waktu di masjid, statusnya

berbeda dengan orang yang niatnya mau beritikaf. Meski keduanya sama-sama duduk untuk berbincang-bincang, namun yang satu mendapat pahala itikaf, yang satunya

tidak mendapat pahala itikaf.

Kedua, menegaskan hukum itikaf itu sendiri, apakah termasuk itikaf yang wajib

seperti karena sebelumnya sempat bernadzar, ataukah itikaf yang hukumnya Sunah.

2) Berdiam diri di masjid, sekurang-kurangnya selama tumaninah salat

3) Bertempat di masjid (mutakaf fiih)

4) Orang yang beritikaf (mutakif)

 


SKI kelas 8 ABC (15/01/22)

Assalamu'alaikum Wr. Wb Salam sehat selalu dan tetap semangat untuk belajar, sebelum dimulai mari awali dengan berdoa. Materi hari ini t...