Assalamu'alaikum Wr. Wb
Materi kali ini Bab 3 Silahkan kalian perhatikan video dan catat materinya
Sebelum kita mulai pelajaran mari kita berdoa terlebih dahulu.....
Buka video sebagai daftar hadir.
Klik : Video Bab 3
BAB 3
KEMAJUAN PERADABAN ISLAM
MASA DAULAH AYYUBIYAH
A. Proses Berdirinya Daulah Ayyubiyah
Daulah Ayyubiyah adalah sebuah dinasti sunni yang berkuasa di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekah, Hejaz dan Dyarbakir. Dinasti Ayyubiyah didirikan oleh Salahuddīn al-Ayyubi. Penamaan al-Ayyubiyah dinisbatkan kepada nama belakangnya Al-Ayyubi, diambil dari nama kakeknya yang bernama Ayyub. Nama besar dinasti ini diperoleh sejak Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi berhasil mendirikan kesultanan yang bermazhab Sunni, menggantikan kesultanan Fathimiyah yang bermazhab Syi’ah.
a. Keruntuhan Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah yang pernah mencapai puncak kejayaan dalam sejarah peradaban Islam, mulai menampakkan kemunduran pada periode kedua kekhalifahannya. Kelemahan bidang politik dan pemerintahan menjadi salah satu penyebab utama dari keruntuhan Daulah Abbasiyah. Hal ini disebabkan karena periode kedua pemerintahan Daulah Abbasiyah tidak mandiri dalam bidang politik dan pemerintahan.
Lemahnya pemerintahan Daulah Abbasiyah ini dimanfaatkan oleh daulah-daulah kecil untuk melepaskan diri dari kekuasaan Abbasiyah. Antara lain :
1. Daulah Idrisiyah di Maroko (172-311 H/788-932 M)
2. Daulah Aghlabiyah di Tunisia (184-296 H/800-909 M)
3. Dulah Thuluniyah (254-292 H/868-905 M)
4. Daulah Ikhsidiyah (323-358 H/935-969 M)
5. Daulah Hamdaniyah (293-394 H/905-1004 M)
6. Daulah Thahiriyah (205-259 H/821-873 M)
b. Berdirinya Daulah Fathimiyyah (297-567 H/909-1171 M)
Daulah Fathimiyah adalah satu-satunya daulah Syiah dalam Islam, nama daulah ini dinisbatkan kepada putri Nabi Muhammad Saw, Fathimah Az-Zahra. Didirikan oleh Said ibn Husain yang merupakan keturunan Syi’ah Ismailiyah. Gerakan pendirian Daulah Fathimiyah tidak terlepas dari peran serta seorang pengikut Syi’ah bernama Abu Abdillah Asya’si.
Setelah kaum Alawiyyin mampu menaklukan Daulah Aghlabiyah di Tunisia, berdirilah Daulah Fathimiyyah dengan khalifah pertama Ubaidillah al Mahdi dengan ibukota pemerintahannya kota Qairawan, Tunisia.
Pada tahun 358 H/969 M, panglima tentara Daulah Fathimiyah bernama Jauhar As-Siqli mampu merebut Mesir dari kekuasaan Daulah Ikhsyidiyah. Setelah menguasai Mesir, panglima Jauhar As-Siqli membangun sebuah kota yang megah bernama Al-Qahirah (Kairo). Sejak saat itu Daulah Fathimiyah memindahkan ibu kotanya ke Kairo, Mesir.
Secara keseluruhan Daulah Fathimiyah berkuasa selama 262 tahun dengan khalifah pertamanya Ubaidillah Al-Mahdi dan khalifah terakhirnya Al-Adid Billah. Daulah Fathimiyah mencapai puncak kejayaannya pada saat khalifah kelima yaitu Khalifah Abu Manshur Nizar Al-Aziz (975-996 M) berkuasa. Di bawah kekuasaanya Mesir hidup dalam kedamaian, dan pada masa Khalifah Al-Muiz Lidinillah Masjid Al-Azhar yang kemudian hari menjadi Universitas Al-Azhar dibangun.
c. Proses Terbentuknya Daulah Ayyubiyah
Daulah Fathimiyah saat dipimpin oleh khalifah terakhinya bernama Khalifah Al-Adid Billah (1160-1171 M) mengalami kemunduran dan kondisi pemerintahan yang lemah. Selain karena musim peceklik, adanya penyerbuan tentara salib ke Mesir, dan konflik internal pemerintahan Daulah Fathimiyah.
Dalam kondisi Mesir seperti itu, seorang panglima bernama Assaduddin Syirkuh bersama saudaranya Salahuddin Al-Ayyubi ditugaskan oleh gubernur
Syiria, Nuruddin Zangi untuk datang ke Mesir dengan tujuan mengusir tentara salib sekaligus menguasai Mesir.
Rupanya proses ini tidak berjalan mulus, seorang perdana menteri Daulah Fathimiyah bernama Syawwar, telah melakukan persengkongkolan dengan tentara salib. Akhirnya, panglima Assaduddin Syirkuh dan Salahuddin Al-Ayyubi menngkap perdana menteri Syawwar. Kemudian, kedudukan Syawwar digantikan oleh Assaduddin Syirkuh yang kemudian wafat setelah menjabat sebagai perdana menteri selama dua bulan. Salahuddin Al-Ayyubi akhirnya didapuk menjadi perdana menteri menggatikan Assaduddin Syirkuh.
Saat Khalifah Al-Adid Billah sakit, kedudukan Salahuddin Al-Ayyubi semakin kuat. Salahuddin Al-Ayyubi mendapat dukungan penuh dari rakyat Mesir, apalagi Salahuddin Al-Ayyubi dan rakyat Mesir sama-sama memiliki faham Islam Sunni.
Bertepatan dengan wafatnya Khalifah Al-Adid Billah pada 10 Muharram 1171 M, Salahuddin Al-Ayyubi memproklamirkan berdirinya Daulah Ayyubiyah dan berkahirnya pemerintahan Daulah Fathimiyah.
USWATUN KHASANAH
ReplyDelete8e/29
Aluna Maharani
ReplyDelete8E/03
Yuda sakti Kurniawan
ReplyDeleteKelas 8F
Nomer absen 28
Suranto/8e/25
ReplyDeleteNafi andri rido s
ReplyDelete8e
20
Aditya susanto
ReplyDelete8E
1
Tatima Sholihah
ReplyDelete8e/28
Vikha Wulandari
ReplyDelete8e/30
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAyusta Nawang Setyaningsih
ReplyDelete8b/9
ERWIN WIDYATMOKO
ReplyDelete17
8C
Hanugrah Dwiki Saputra
ReplyDelete8C/21
tanti sinda rismawati
ReplyDelete27
8e
Aditya susanto
ReplyDelete8E
1