Assalamu'alaikum Wr. Wb
Silahkan kalian berdoa terlebih dahulu...!
Materi hari ini shalat dalam keadaan tertentu, Jangan lupa isi absen nya.
Semoga kalian sehat selalu, jangan lupa shalat dan mengaji yang tertib.
Klik: AbsenFI7 10-3-21
MATERI
B. HIKMAH SHALAT FARDLU DALAM KONDISI TERTENTU
Mengurai Karamah Dalam Shalat Fardlu Dalam Kondisi Tertentu
Kita sering sekali mendengar kata-kata bijak dari para ulama terdahulu! Dalam
ungkapan berbahasa Arab dikatakan:
Artinya:
“Istikamah lebih baik daripada seribu karomah, dan tumbuhnya karomah dengan
menjaga istikamah”.
Pepatah bijak di atas selaras dengan hadis Nabi Saw dari Siti Aisyah Ra yang
mengatakan:
Artinya:
“Pekerjaan-pekerjaan (yang baik) yang lebih disukai Allah adalah pekerjaan yang terusmenerus
dikerjakan walaupun pekerjaan itu sedikit” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Nabi Saw dan pepatah Arab di atas sangat tepat untuk mengurai hikmah
dibalik pensyariatan shalat fardlu dalam kondisi tertentu. Shalat fardlu yang tetap
menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk melakukannya dimaksudkan oleh Allah
agar orang yang melaksanakannya terpupuk kepribadiannya. Pelaksanaan shalat dalam
kondisi yang sulit akan membentuk kita menjadi peribadi yang konsisten dalam
beribadah. Konsistensi tersebut merupakan buah, hasil atau karomah yang muncul
disebabkan shalat yang kita jalankan.
Kita dapat membandingkan dengan peristiwa bersedekah. Jika orang mau
bersedekah dalam kondisi lapang bisa jadi karena dalam diri orang tersebut terdapat jiwa
asah, asih, dan asuh terhadap sesamanya. Tetapi derajat asah, asih, dan asuh yang
dimilikinya bernilai biasa. Karena, setiap orang dengan gelimang harta benda akan
mudah sekali untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk orang lain. Berbeda jika orang
dalam kondisi sulit dengan harta yang bahkan kurang untuk memenuhi kebutuhannya
sehari-hari. Kemauan untuk tetap bersedekah menjadi bukti nyata orang tersebut telah
memiliki kepribadian asah, asih, dan asuh yang sesungguhnya.
Selain itu, hikmah yang dapat kita ambil pelaksanaan shalat fardlu dalam
kondisi tertentu adalah keistikamahan yang akan berdampak kedalam bentuk istikamah
dalam pelaksanaan ibadah selain shalat. Shalat fardlu merupakan ibadah paling ulama di
sisi Allah Swt. . Shalat merupakan bagian terdepan dari keseluruhan ibadah yang kita laksanakan. Jika shalat kita jalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh penghayatan,
maka amal ibadah lainnya akan mengikutinya. Oleh karena itu, ketika kita istikamah
menjalankan shalat dalam berbagai kondisi apapun, maka akan melahirkan istikamah
kita dalam ibadah lainnya.
. Beristikamah Secara Sosial
Telah kita jelaskan sebelumnya. Istikamah dalam pelaksanaan shalat fadlu di
berbagai kondisi tertentu akan berdampak sosial pada munculnya daya juang dan
kemampuan diri untuk bertahan dalam segala situasi dan kondisi.
Kondisi sulit yang kita hadapi tidak kita lihat sebagai hambatan hidup kita.
Sebaliknya, kondisi sulit justru menjadi peluang untuk menuju hidup lebih baik.
Kesulitan-kesulitan yang kita hadapi pada saat shalat di atas kendaraan atau di tengah
pertemuan akan membuat berfikir cepat, cermat dan tepat mengambil keputusan. Selain
itu, kesulitan tersebut juga membangun mentalitas kita menjadi pribadi dengan daya
juang yang tinggi.
Rangkuman
1. Shalat fardlu dalam kondisi tertentu merupakan pelaksanaan shalat dalam situasi yang
tidak wajar, sehingga membolehkan penggunaan cara-cara yang lebih luwes dan
longgar.
2. Munculnya kekhawatiran dan ketakutan datangnya musuh menjadi sebab
diperbolehkannya shalat fardlu dengan cara yang berbeda dari biasanya yang disebut
dengan shalat khauf.
3. Dengan pertimbangan kesamaan kriteria dengan kondisi yang ada dalam shalat khauf,
maka shalat fardlu di tengah-tengah ancaman bencana alam dan serangan bersenjata
dari pelaku kejahatan dapat dilaksanakan sama dengan tata cara shalat khauf.
4. Tata cara pelaksanaan shalat khauf dibagi menjadi dua, shalat ditengah ancaman dari
arah kiblat dan selain arah kiblat.
5. Termasuk dalam kondisi tertentu adalah shalat fardlu bagi orang yang sakit parah
dengan cara duduk bersimpuh, terlentang, dengan syarat atau membaca dalam hati.
6. Berada di atas kendaraan juga merupakan kondisi tertentu yang memperbolehkan
shalat dengan tata cara yang lebih luwes dan longgar dengan menghadap arah laju
kendaraan dan duduk di atas kursi.
NOVIYANTO
ReplyDeleteKls 7 e
24
Suryani
ReplyDelete29
7F
Nama:SATRIYA
ReplyDeleteKelas:7D
No:26
Nama:Ludfi nugroho
ReplyDeleteKelas:7f
No absen:17
Aryuda dwi wijatmoko
ReplyDelete7E
7
Aryudi dwi wijatmoko
ReplyDelete7D
6
Muhammad zakka af Ghani
ReplyDelete18
7D
Nailatus Syifa'
ReplyDelete7B
26
Bayu herlambang
ReplyDelete07
7d
Nama:Riva putri nur aini
ReplyDeleteKelas: 7 f
No absen:24
Rumah
ReplyDeleteRahel saputro nugroho
ReplyDelete22
7f
Zhalfa reno indrawan 7c 3i
ReplyDeleteFaisal Ahnaf Hidayat
ReplyDelete7E
11
Dimas surya
ReplyDelete7F
9
Nadine listya putri
ReplyDelete20
7D
Nama:Siti Muwamanah
ReplyDeleteKelas:7A
Absen:28
Herlyn Candra Sunu H
ReplyDelete7f
15
anditho galih putra fajar
ReplyDeletekelas 7E
absen 5
Muhamad Safrudin
ReplyDelete17
7E
Trianinda Murihana Dewi
ReplyDelete7F
30
Aulia Nur Rohmah
ReplyDelete7A
07
Taufiq Akbar Ramadhan
ReplyDelete7A
29
Nama:Muhammad Ihsan Yahya
ReplyDeletekelas:7D
No.absen:17
Muhammad Alif Daneswara
ReplyDelete7e
18
Niha putri salsabila
ReplyDelete7e
22
Nurma Nur Hidayati
ReplyDelete7F
20
YOGI
ReplyDelete7D
30
Nama:Dhanu Wahyu Saputro
ReplyDeleteKelas:7f
No:07
Fadli Yanto Romadhoni
ReplyDelete12
7F
NAMA:CHOIRUN NISSA ALMA AULIA
ReplyDeleteKELAS:7D
NO ABS:9
Eva Septiana Putri
ReplyDelete11
7f
Syafina Salma Nugraha
ReplyDeleteKelas 7E
Absen 28
Naddhirra Augustine Melandini
ReplyDelete23
7A
Moh diky kurniawan
ReplyDelete7e
15
Nama:Ahmad Nur Rifai
ReplyDeleteKelas:7f
No absen:3
Herlyn Candra Sunu H
ReplyDelete7F
15
Nama:lis ardika
ReplyDeleteNo:15
Kls:7D
Nama:lis ardika
ReplyDeleteNo:15
Kls:7D
Nama:lis ardika
ReplyDeleteNo:15
Kls:7D
Agustian ananda adi pradana
ReplyDelete7e
4
Nabella Putri Savira
ReplyDelete7A
22
Ervan Darya Ramadhani kelas7A Absen9
ReplyDeleteDaffa aric
ReplyDelete8b
11