Tuesday, February 2, 2021

Fikih kelas 7 (Shalat Jamak)

Assalamu'alaikum Wr Wb

Bagaimana kabarnya anak-anak kelas 7 semoga sehat semua , Alhamdulillah!

Untuk pembelajaran hari ini kita belajar tentang shalat jamak.

Tugas kalian, ringkaslah materi di buku catatan Fikih lihat di buku paket Bab 7 untuk menulis Hadits

beserta artinya. Jangan lupa shalat yang tertib dan jaga kesehatan.(Tugas dikumpulkan ketika masuk)

Klik : Absen 7

Materi 

A. SHALAT JAMA

1. Pengertian Jama

Mari kita cermati! Menjama’ shalat ( جمع الصلاة ) adalah mengumpulkan

pelaksanaan dua shalat fardlu kedalam salah satu dari dua waktu shalat tersebut. Jika

pelaksanaan dua shalat di waktu shalat yang pertama maka di sebut dengan jama’ taqdim

جمع التقديم) ). Contohnya melaksanakan shalat maghrib dan isya’ secara bersmaaan di

waktu shalat maghrib. Jika pelaksanaan shalat fardlu di waktu shalat yang kedua disebut

dengan jama’ ta’khir ( جمع التآخير ). Seperti melaksanakan shalat dhuhur dan ashar secara

bersamaan di waktu shalat ashar.

2. Syarat Diperbolehkannya Shalat Jama

Kapankah kita diperbolehkan menjama shalat? Bepergian dengan syarat-syarat

yang telah terpenuhi untuk mengqashar shalat. Jika syarat-syarat yang membolehkan

shalat qashar terpenuhi, maka juga diperbolehkan menjama’ shalat, baik jama’ taqdim

maupun jama’ ta’khir.

Dalam kondisi hujan yang deras, turunnya salju, dan cuaca sangat dingin juga

termasuk syarat diperbolehkannya menjama’ dua shalat fardlu. Tetapi hukum boleh hanya

berlaku pada jama’ taqdim dan tidak diperolehkan menjama’ ta’khir. Selain itu, hukum

boleh juga bagi umat Islam yang melaksanakan shalatnya di masjid secara berjama’ah,

tidak di rumahnya masing-masing.

Ayo Kita Cermati!

Boleh manjama’ takdim bagi kita yang melaksanakan shalat fardlu di masjid yang

jauh lokasinya dari tempat tinggal kita. Karena guyuran hujan yang membasahi tubuh

dalam perjalanan ke masjid dapat membuat kita sakit. Tetapi tidak diperbolehkan

melaksanakan jama’ ta’khir, karena lamanya hujan hanya Allah SWT. yang

mengetahuinya.

Contoh: Kita pergi ke masjid untuk berjama’ah maghrib dalam kondisi hujan deras

disertai angin kencang, sehingga menjadikan kita basah. Sesampainya di masjid, kita

langsung bisa melaksanakan shalat jama’ takdim maghrib dan isya’. Hukumnya

boleh!

Tetapi jika sesampainya di masjid, kita menunggu waktu waktu shalat isya’ sambil

mengeringkan tubuh dan pakaian kita untuk melakukan jama’ ta’khir maka

Hukumnya tidak boleh!

 Pada saat melaksanakan haji di Arafah dan Muzdalifah juga diperbolehkan

menjama’. Diperbolehkan memilih jama’ taqdim maupun jama’ ta’khir.

3. Dasar Hukum Shalat Jama

Ayo kita baca, cermati dengan seksama, dan berikan kesimpulan tentang

a) Hadis Nabi Saw dari Mu’adz bin Jabal:

Artinya:

Bahwasannya ketika Nabi Saw berada dalam masa perang

Tabuk, jika beliau melakukan perjalanan setelah maghrib maka

beliau akan memajukan pelaksaan shalat Isya. Artinya beliau Saw

melakukan shalat Isya bersama dengan maghrib. (HR. Ahmad,

Abu Dawud, Tirmidzi, Daruquthni, Hakim, Baihaqi, dan Ibnu

Hibban)

b) Dalam Hadis Nabi Saw dijelaskan:

Artinya:

Anas mengatakan: Jika Rasulullah melakukan perjalanan

sebelum matahari condong ke barat maka beliau mengakhirkan

shalat dhuhur hingga waktu shalat ashar. Setelah itu, beliau Saw

akan singgah sebentar dan menggabungkan kedua shalat, yaitu

dhuhur dan ashar. Namun jika matahari telah lebih dulu condong

ke barat maka beliau Saw akan lebih dulu shalat dhuhur baru

kemudian menunggang untaranya (HR. Muttafaq ‘Alaih)

c) Hadis riwayat Ibnu Abbas yang mengatakan:

Artinya:

Rasulullah Saw melaksanakan shalat dhuhur dan ashar

dengan cara menjama. Shalat maghrib dan isya dengan cara

menjama tanpa adanya rasa takut dan tidak dalam keadaan

perjalanan. Imam Malik berkata: Saya berpendapat bahwa

Rasulullah melaksanakan shalat tersebut dalam keadaan

hujan(HR. Baihaqi)

Dua hadis di atas menggambarkan Nabi Saw pernah mempraktekkan pelaksanan

menjama’ shalat. Hadis pertama menguraikan tentang jama’ taqdim yang pernah

dilakukan Nabi, dan kedua berkenaan dengan praktek jama’ takhir. Keduanya

dipraktekkan oleh Nabi pada saat sedang bepergian. Oleh karena itu, jama’ taqdim dan jama’ ta’khir merupakan dua bentuk pelaksanaan shalat jama’ yang diperbolehkan dalam

Islam dengan syarat sedang menempuh perjalanan atau bepergian.

Sedangkan hadis terakhir berisikan ketentuan tentang diperbolehkannya

menjama’ shalat dalam keadaan hujan deras.

1. Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jama

Ayo kita cermati dan perhatikan tata cara pelaksanaan jama taqdim dan jamatakhir!

Jama Taqdim

Jama Takhir

1. Berniat untuk menjama’ taqdim, ketika

shalat yang pertama sudah memasuki

waktunya.

2. Tertib yang berarti harus dimulai dari

shalat yang pertama yang telah memasuki

waktunya.

3.. Bersambung yaitu berurutan dengan tidak

terpisah antara dua shalat yang di jama’

oleh waktu yang panjang. Waktu jeda

antara dua shalat paling lama sama

dengan membaca iqamah.

4. Perjalanan atau bepergian belum sampai

pada tempat yang dituju.

5. Pada saat melaksanakan shalat jama’

masih ada waktu yang cukup untuk

menyelesaikan dua shalat.

6. Meyakini syarah sah dan rukun shalat yang pertama telah dipenuhi.

1. Niat untuk mengkahirkan pelaksanaan

shalat jama’ sebelum waktu shalat

pertama berakhir, meskipun ukuran

waktu yang tersisa sepadan dengan satu

rakaat

2. Perjalanan masih berlangsung hingga

memasuki shalat yang kedua

 bepergian. Ketika ketika hendak menjama’ shalat dhuhur dan ashar dengan jama’

ta’khir, ternyata waktu dhuhur belum habis ketika sudah sampai ditujuan. Dalam kasus ini

kita tidak boleh melakukan jama’ ta’khir. Contohnya: Kita pergi ke Jakarta naik pesawat

terbang pukul 12.15 WIB berangkat dan sampai di tujuan pada pukul 13.30 WIB.

53 comments:

  1. Nama:Riva putri nur aini
    Kelas: 7 f
    No absen:24

    ReplyDelete
  2. Nama:Rahel Saputro Nugroho
    Kelas:7f
    No absen:22

    ReplyDelete
  3. Aprilia Eka Pratiwi kelas 7B no Absen 5

    ReplyDelete
  4. Nama:Nurma Nur Hidayati
    kelas:7F
    No absen:20

    ReplyDelete
  5. Muhammad Alif Daneswara
    7e
    18

    ReplyDelete
  6. Nama:Muhammad Ihsan Yahya
    kelas:7D
    No.absen:17

    ReplyDelete
  7. Nama:Choirun nissa alma aulia
    kelas:7D
    No abs:9

    ReplyDelete
  8. Nama:Safira
    Kelas:7D
    No absen:25

    ReplyDelete
  9. Nama:Ahmad Nur Rifai
    Kelas:7f
    No absen:3

    ReplyDelete
  10. Nama:Dhanu Wahyu Saputro
    Kelas:7f
    No:07

    ReplyDelete

SKI kelas 8 ABC (15/01/22)

Assalamu'alaikum Wr. Wb Salam sehat selalu dan tetap semangat untuk belajar, sebelum dimulai mari awali dengan berdoa. Materi hari ini t...