Assalamu'alaikum
Pertemuan 10 materi Bab 4 tentang posisi imam dan makmum
Sebelum dimulai pelajaran mari berdoa terlebih dahulu...!
Silahkan kalian baca, fahami dan ringkas materi di bawah ini kemudian kerjakan latihan soal
Soal tidak di kumpulkan tetapi di nilai keteika pertemuan tatap muka. Selamat belajar!
Materi:
4. Posisi Imam dan Makmum
Kita pasti sudah mengalami! Jumlah makmum baik laki-laki maupun perempuan selalu berbeda dalam pelaksanaan shalat berjama’ah. Di masjid yang berada di lungkungan kita, dalam shalat maghrib dan isya’ biasanya banyak sekali makmumnya. Sebaliknya pada shalat dhuhur, makmumnya sangat sedikit jumlahnya. Apakah yang harus kita lakukan? Cermati perbedaan-perbedaan berikut!
Posisi Imam dan Makmum
1. Hukum asal shalat berjama’ah adalah Imam berada di depan dan para makmum baik laki-laki dan perempuan berdiri di belakangnya.
2. Rasulullah Saw bersabda:
Artinya:
“Jadikanlah imam berada di tengah-tengah barisan, dan tutuplah celah yang kosong” (HR. Abu Dawud).
3. Jika makmumnya satu orang laki-laki yang sudah baligh, maka disunnahkan berdiri di sebelah kanan imam dengan sedikit lebih mundur dari tumitnya imam. Ibnu Abbas mengatakan:
Artinya:
“Aku bermalam di rumah bibiku, Maimunah, lalu Rasulullah Saw bangun untuk melakukan shalat, latas aku berdiri di sebelah kiri beliau. Akan tetapi beliau memindakhkanku ke sebelah kannya” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Jika makmumnya adalah laki-laki dan perempuan, maka makmum laki-laki berdiri di sebelah kanan imam, sedangkan makmum perempuan berdiri di belakang makmum laki-laki.
5. Jika makmumnya terdiri dari dua orang laki-laki atau seorang laki-laki dan seorang anak kecil, maka keduanya membuat satu barisan di belakang imam.
6. Jika makmumnya perempuan atau jama’ah perempuan, mereka berdiri di belakang imam dan jaraknya tidak lebih dari tiga hasta. Hadits dari Jabir menjelaskan:
Artinya:
“Aku sedang shalat di belakang Rasulullah Saw lalu aku berdiri di sebelah kanan beliau. Kemudian Jabir bin Shakhar datang dan langsung berdiri di sebelah kiri beliau, maka beliau pun menarik tangan kami berdua sehingga kami berada di belakangnya” (HR. Muslim dan Abu Dawud).
7. Jika makmumnya terdiri dari seorang laki-laki, anak kecil, perempuan, dan jama’ah perempuan, maka caranya makmum dewasa berdiri di sebelah kanan imam, sedangkan anak kecil berdiri di sebelah kanan atau kiri makmum bukan di belakangnya. Hadits dari Anas bin Malik menyebutkan:
Artinya:
“Suatu ketika, Rasulullah Saw berkunjung ke rumah kami, kemudian aku berdiri bersama seorang anak yatim di belakang beliau, sementara Ummu Salim berdiri di belakang kami” (HR. Bukhari dan Muslim).
7. Jika makmumnya terdiri dari sekelompok laki-laki, anak-anak kecil, waria, dan jama’ah perempuan maka barisan pertama diisi laki-laki dewasa, kemudian anak-anak dan waria meskipun ia hanya sendiri, dan barisan terakhirnya adalah perempuan. Hal ini didasarkan Hadits Nabi Saw:
Artinya:
“Hendaklah shalat di belakangku orang-orang yang baligh dan berakal dari kalian, lalu orang-orang setelahnya dan setelahnya” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i)
5. Makmum Muwafiq dan Makmum Masbuq
Ada dua istilah dalam kaitannya dengan ikutnya makmum terhadap imam, yaitu: makmum muwafiq dan makmum masbuq. Menurut kita, unsur-unsur atau aspek-aspek apa yang terkandung dalam kedua istilah tersebut? Makmum muwafiq secara istilah adalah sesuatu yang selaras atau sepadan. Sedangkan makmum masbuq bermakna dasar sesuatu yang tertinggal.
Dalam istilah fikih, makmum muwafiq berarti makmum yang mengikuti gerakan shalat imam sejak takbiratul ihram atau rekaat pertama. Sedangkan makmum masbuq adalah orang yang tidak mengikuti imam dari rekaat pertama
Ayo kita cermati ketentuan bagi kedua kategori makmum tersebut!(Silahkan dilihat di buku paket hal 107)
6. Pergantian Imam
Pernahkah kita mengamati baik dengan mendengar atau membaca tentang istilah istikhlaf? Secara bahasa istikhlaf memiliki arti pergantian imam. Menurut istilah adalah pelimpahan dari imam untuk menggantikan posisinya dalam memimpin dan meneruskan shalat.
Ayo kita cermati dan temukan perbedaanya! Pergantian imam antara shalat jum’ah berbeda dengan shalat-shalat lainnya.
(Lihat hal 109
Mengingatkan Imam Yang Lupa
Pernahkah kita mengalami bacaan atau gerakan dalam shalat ada yang dilupakan secara tidak sengaja oleh imam? Jika kita mengalaminya, maka pahami dan praktekkan ketentuan-ketentuan berikut!
(Lihat hal 109-110)
Bagi makmum laki-laki yang mendapati kelupaan imam dalam bacaan maupun gerakan cukup membaca “subhanallah” ( سبحان الله ) yang bermakna “Maha Suci Allah”. Perlu diingat, membaca “subhanallah” tidak dimaksudkan hanya untuk mengingatkan imam, tetapi juga berdoa kepada Allah. Jika hanya berniat mengingatkan, maka shalat makmum tidak sah.
Bagi perempuan yang menemukan imam yang lupa bacaan atau gerakan shalat, maka cara mengingatkan adalah menepukkan tangan kanan kiri atau sebaliknya. Cara melakukannya adalah menepukkan telapak tangan bagian dalam tangan kiri ke punggung tangan kanan atau sebaliknya.
Kita harus pahami! Jika perempuan menepuk tangannya dengan niat mengingatkan maka itu diperbolehkan. Tetapi jika dibarengi niat bermain-main, shalatnya menjadi tidak sah. Bertepuk tangan boleh dilakukan lebih dari satu kali sampai dipastikan imam menyadari bacaan dan gerakan yang dilupakannya
HIKMAH SHALAT BERJAMAAH
Masjid Menjadi Tempat Utama Shalat Berjama’ah
Tahukah kita, tidak ada larangan untuk melaksanakan shalat berjama’ah di rumah, mushalla atau masjid. Tetapi kenapa masjid menjadi tempat utama pelaksanaan shalat berjama’ah dibanding tempat-tempat lainnya bagi laki-laki? Karena Allah Swt hendak memberikan pelajaran penting tentang nilai-nilai sosial bagi yang rajin berjama’ah di masjid.
Ayo kita cermati Hadits Nabi SAW berikut:
a) Rasulullah Saw bersabda:
Artinya:
“Berilah kabar gembira kepada orang yang sering berkalan ke masjid pada saat gelap di hari kiamat nanti dengan cahaya yang terang benderang” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majjah, dan Al-Hakim).
Mari kita renungkan! Para ulama menjelaskan kandungan hadits-hadits Nabi Saw di atas berkenaan dengan kelebihan shalat bejama’ah di masjid, mushalla atau langgar. Para ulama mendorong ke masjid agar supaya kita menemukan banyak hikmah yang tersembunyi. Selain kita juga mendapatkan keutamaan shalat berjama’ah dan keutamaan menggunakan masjid sebagai tempat shalat.
Di masjid kita pasti akan bertemu banyak jama’ah baik tetangga atau para musafir yang sedang menunaikan shalat. Para jama’ah memiliki penampilan yang beragam, ada yang memakai sarung dan kopyah hitam, tidak berkopyah dan bergamis, berkopyah putih dengan jubah panjang sampai ke atas lutut, dan seterusnya. Warna kulit mereka juga beraneka ragam, hitam, coklat, sawo matang, kuning langsat, putih, dan seterusnya. Kita pun pasti, latar belakang ekonominya juga tidak tunggal, ada yang berprofesi tukang becak, petugas kebersihan, petani, pedagang hingga pejabat.
Mengenal mereka dan mereka pun akan mengenal kita. Mengerti kebutuhan mereka dan mereka pun akan mengerti kebutuhan-kebutuhan kita. Saling mengenal dan saling memahami akan tercipta melalui proses keaktifan kita dalam menjalankan shalat berjama’ah di masjid. Muncul semangat untuk saling menghargai, rasa peduli, saling menghormati, dan merasa sebagai satu keluarga akan muncul dengan sendirinya. Semuanya itu merupakan hikmah yang ditunjukkan oleh Allah Swt melalui shalat berjama’ah bersama di masjid
Belajar Berdemokrasi Melalui Shalat Berjama’ah
Pernahkah kita mengalami, melihat, dan mendengar ada muslim yang dilarang ikut shalat berjama’ah, karena muslim tersebut miskin? Pernahkah pula kita melihat orang Jawa ditolak ikut shalat berjama’ah di masjidnya orang Melayu, Ambon atau Batak? Dua pertanyaan inilah yang mengantarkan kita dapat mengambil hikmah dari shalat berjama’ah.
Seluruh jama’ah dari latar belakang sosial konomi dan etnik maupun ras menjadi satu kesatuan di bawah kepemimpinan seorang imam. Berjama’ah dengan penghayatan yang mendalam akan membentuk kepribadian pemimpin yang adil di masyarakat maupun Negara. Kita pasti tahu! Imam dalam berjama’ah merupakan pemimpin yang adil tehadap semua makmumnya. Contoh ada 30 makmum yang ikut berjama’ah pasti akan diperlakukan sama. Tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, juga antara Jawa, Melayu, Ambon atau Batak, antara petani, pedagang atau pejabat, dan seterusnya.
Shalat berjama’ah juga mengajarkan imam dan makmum pentingnya kesadaran diri dan tahu diri. Imam adalah orang yang memimpin atau yang diikuti dan makmum adalah yang mengikuti atau dipimpin imam. Dalam shalat berjama’ah imam bertanggung jawab memimpin jalannya shalat berjama’ah dengan memberikan bacaan dan gerakan yang jelas, sehingga makmum dapat mengikutinya dengan baik. Sedangkan makmum tidak boleh mendahului imam, dan batal jika tetap melakukannya.
Kita juga harus tahu! Shalat berjama’ah juga memberikan pelajaran tentang sistem politik yang demokratis. Setiap makmum memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan koreksi terhadap kesalahan imam dalam menjalankan tugasnya memimpin shalat berjama’ah. Sedangkan imam juga harus menyadari dan mengakui kesalahannya dengan kembali pada bacaan atau gerakan yang dilupakannya.
Imam dalam suatu masjid dipilih oleh makmum berdasarkan kriteria-kriteria yang telah kita pelajari sebelumnya. Ayo kita ingat kembali syarat-syarat sahnya imam dan kriteria tentang yang paling utama menjadi imam!
Imam yang tidak mampu meneruskan kepemimpinannya dalam shalat berjama’ah karena hadats atau sebab lainnya, maka dapat menyerahkan kepada kepada salah satu makmum untuk menggantinya.
Kita menjadi tahu! Shalat berjama’ah memiki banyak hikmahnya disamping juga keutamaan yang dimilikinya. Berjama’ah tidak hanya mendapat nikmat dari Allah Swt dengan dilipatkan pahalanya menjadi 27 derajat dibanding shalat sendirian.
Shalat berjama’ah dapat memberikan pelajaran berharga bagi kita. Allah Swt mengajarkan kita melalui shalat berjama’ah tentang bagaimana seharusnya menjadi pemimpin di lungkungan keluarga, masyarakat maupun Negara.
SOAL-SOAL
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
1. Unsur-unsur yang tidak termasuk bagian dari shalat berjama’ah adalah ...
A. Melibatkan dua orang atau lebih
B. Membersihkan kotoran atau sesuatu yang menjijikkan
C. Tidak tertinggal shalatnya.
D. Makmum.
2. Termasuk syarat sahnya imam kecuali...
A. Islam
B. Berakal
C. Baligh
D. Tidak menanggung hadats.
3. Termasuk syarat sahnya makmum kecuali....
A. Islam
B. Berakal
C. Baligh
D. Tidak menanggung najis.
4. Kriteria terendah yang diproritaskan menjadi imam adalah…
A. Sudah menikah
B. Paling memahami hukum-hukum Islam.
C. Paling fasih bacaannya.
D. Berperilaku paling sederhana atau zuhud dalam menjalani hidup.
5. Jika makmumnya adalah laki-laki dan perempuan, maka makmum laki-laki berdiri di...
A. Belakang imam
B. Samping kanan imam
C. Samping kiri imam
D. Bebas dimana saja
Nama:Riva putri nur aini
ReplyDeleteKelas:7f
No absen:24
Rahel saputro nugroho
ReplyDelete22
7f
Nama:Muhammad Ihsan Yahya
ReplyDeleteKelas:7D
No.absen:17
Nadine listya putri
ReplyDelete20
7D
innayathul kaditha
ReplyDelete7a
15
Aulia Nur Rohmah
ReplyDelete7A
07
SURYANI
ReplyDelete7F
29
SURYANI
ReplyDelete7F
29
Aulia Nur Rohmah
ReplyDelete7A
07
Nama.M.zakka af ghani
ReplyDeleteNo.18
Kls.7D
Nama : Taufiq Akbar Ramadhan
ReplyDeleteKelas : 7A
No : 29
Isna Dinawati
ReplyDelete7B
17
Nama: Trianinda Murihana Dewi
ReplyDeleteKelas:7F
No Absen:30
RAFI AL FIKRI
ReplyDelete8A
30
Faisal Ahnaf Hidayat
ReplyDelete7E
11
Nurma Nur Hidayati
ReplyDelete7F
20
Nama :Jesika Mulya Ningrum
ReplyDeleteKelas :7B
No :18
Arga febran anantama
ReplyDelete05.
7f.
SURANTO/8e/25
ReplyDeleteNama:Ilham Nur Pratama
ReplyDeleteKelas:7A
No.absen:14
ANISA NABILA
ReplyDelete7C
04
WAHYU RAMADHAN
ReplyDelete7E
29
Nadania Savaira Rizky
ReplyDelete7D
19
Nama Faizal isnajib insyani
ReplyDeleteKelas 7B
No ansen 11
Felicia Rahayu Azzahra
ReplyDeleteNo 13
Kelas 7E
Ardian Putra Rizky Haryanto
ReplyDelete7B
06
Annisa Rastra Dewi
ReplyDelete7D
05
Anita Damayanti
ReplyDelete7a
05
Nama:Satriya
ReplyDeleteKelas:7D
No:26
Nama: Arista Keisya Nugraha
ReplyDeleteKelas: 7A
NoAbsen: 06
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNama:Safira
ReplyDeleteKelas:7D
No absen:25
Ridwan ramadhani
ReplyDeleteVIID
22
Nama:Dhanu Wahyu Saputro
ReplyDeleteKelas:7f
No:07
Nama : Alifatun Nisa Ramadhani
ReplyDeleteKelas : 7A
No absen : 03
Khoirin Nissa Ida Khasanah
ReplyDelete7E
14
Dian Destiana Dwi Putri
ReplyDelete7F
8
YOGI
ReplyDelete7D
30
Daffa Nakita Ian Danarko
ReplyDelete7c
10
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSauqi ahmad najib
ReplyDelete7b
32
Titan
ReplyDelete7D
31
Rafi nur fatoni
ReplyDelete7A
27
Fadli Yanto Romadhoni
ReplyDelete12
7F
Jovan herdiansyah
ReplyDelete7f
16
Muhammad Alif Daneswara
ReplyDelete7e
18
Aditya rahmadani
ReplyDelete7D
01
Herlyn Candra sunu H
ReplyDelete7f
15
Moh diky kurniawan
ReplyDelete7e
15
Bayu herlambang
ReplyDelete07
7D
Bayu herlambang
ReplyDelete07
7D
Bayu herlambang
ReplyDelete07
7D
Nama:Lisa
ReplyDeletekelas:7B
No:19
Dimas Surya
ReplyDelete7F
9
AFLAH RAFA WIDAYAT
ReplyDeleteKelas:7E
No Absen:03
AFLAH RAFA WIDAYAT
ReplyDeleteKelas:7E
No Absen:03
nama : wisnu
ReplyDeletekelas : 7f
no :32
Lovely Bukit Izzati
ReplyDelete17
7C
Nama:aryuda dwi wijatmoko
ReplyDeleteKelas:7E
No absen :07
Nama:aryudi dwi wijatmoko
ReplyDeleteKelas:7D
No absen06
Fuadul hakim dafa
ReplyDelete7B
16
Moh diky kurniawan
ReplyDelete7e
15
Uqaila Zahy Prameswari
ReplyDelete7c
31
Angga bryan ramadhan
ReplyDelete7D
04
Adistya febriano arghananta
ReplyDelete7A
01
Satya Dava kurniawan
ReplyDelete7f
25
Erlangga bayu dwi rivaldi
ReplyDelete10
7F
Septiana Romadhoni
ReplyDelete7f
26
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteTasya nur aeni
ReplyDelete7D
29
Bimo kuncoro adi h
ReplyDelete7F
06
Ervan Darya Ramadhani kelas7A Absen9
ReplyDeleteYoni achmad febriawan
ReplyDelete31
7e
Nama:Reva Surya Safitri
ReplyDeleteKelas:7B
No absen:28.