Friday, November 12, 2021

SKI 8 ABC 13/11/21

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Salam sehat dan salam belajar, mari awali pelajaran ini dengan membaca basmalah!

Silahkan kalian semua baca materinya, fahami dan ringkas materinya.

MATERI

b. Bidang Ekonomi dan Perdagangan
Dalam hal perekonomian pemerintahan Daulah Ayyubiyah bekerja sama dengan
penguasa muslim di wilayah lain, membangun perdagangan dengan kota-kota di laut
Tengah, lautan Hindia dan menyempurnakan sistim perpajakan. Hubungan
internasional dalam perdagangan baik jalur laut maupun jalur darat semakin ramai
dan membawa pengaruh bagi negara Eropa dan negara-negara yang dikuasainya.
Sejak saat itu dunia ekonomi dan perdagangan sudah menggunakan sistem kredit,
bank termasuk Letter of Credit, bahkan ketika itu sudah ada mata uang yang terbuat
dari emas.
Selain itu, dimulai percetakan mata uang dirham campuran (fulus). Percetakan
fulus yang merupakan mata uang dari tembaga dimulai pada masa pemerintahan
Sultan Muhammad Al- Kamil ibn Al Adil Al- Ayyubi, percetakan uang fulus tersebut
dimaksudkan sebagai alat tukar terhadap barang-barang yang tidak signifikan denga
rasio 48 fulus untuk setiap dirhamnya.
Dalam bidang industri pada masa Ayyubiyah, sudah mengenal kemajuan di
bidang industri dengan dibuatnya kincir oleh seorang Syiria yang lebih canggih
dibanding buatan orang Barat. Juga sudah ada pabrik karpet, pabrik kain dan pabrik
gelas.
c. Militer dan Sistem Pertahanan
Pada masa pemerintahan Shalahuddin, kekuatan militernya terkenal sangat
tangguh. Pasukannya diperkuat oleh pasukan Barbar, Turki dan Afrika. Selain juga
memiliki alat-alat perang, pasukan berkuda, pedang dan panah dinasti ini juga
memiliki burung elang sebagai kepala burung-burung dalam peperangan. Shalahuddin juga membuat bangunan monumental berupa tembok kota di Kairo
dan Muqattam yaitu benteng Qal’al Jabal atau lebih dikenal dengan sebutan benteng
Shalahuddin Al-Ayyubi, yang sampai hari ini masih berdiri dengan megahnya.
Benteng ini terletak bersebelahan Bukit Muqattam dan berhampiran dengan
Medan Sayyidah Aisyah. Ide membuat benteng ini hasil pemikirannya sendiri yang
direalisasikan pada tahun 1183M. Shalahuddin melihat bahwa Kota Kaherah begitu
luas dan besar, dan membutuhkan sistem pertahanan benteng yang kokoh
sebagaimana di Halab dan Syria.
Shalahuddin al-Ayubi memerintahkan agar bahan batu yang digunakan untuk
membangun pondasi benteng tersebut diambil dari batu-batu yang terdapat di
Piramid di Giza. Benteng ini dikelilingi pagar yang tinggi dan kokoh.
Untuk memasuki benteng, terdapat beberapa
pintu utama diantaranya pintu Fath, pintu Nasr,
pintu Khalk dan pintu Luq. Kemudian terdapat
saluan air berasal dari sungai Nil, yang pada
masa itu menjadi bekal minum para tentara. Pada
zaman kerajaan Usmaniyyah benteng ini
mengalami perluasan. Di bahagian utara benteng
terletak Masjid Mohammad Ali Pasha yang
terbuat dari marmer dan granit.
Gambar Ilustrasi 21 : Qol’atul Jabal
(Benteng Gunung) di Mesir.
Sumber: tranungkite.net
Terdapat juga di dalam kawasan benteng ini Muzium Polis, Qasrul Jawhara
(Muzium Permata) yang menyimpan perhiasan raja-raja Mesir. Terdapat juga Mathaf
al-Fan al-Islami (Muzium Kesenian Islam) yang terletak di bab (pintu) Khalk yang
menyimpan ribuan barang yang melambangkan kesenian Islam semenjak zaman Nabi
Muhammad Saw, termasuk diantaranya surat Rasulullah Saw untuk penguasa Mesir
saat itu bernama Maqauqis, agar beriman kepada Allah Swt.
d. Bidang Pertanian
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Mesir dan daerah lainnya pada sektor
pertanian, Daulah Ayyubiyah telah menggunakan sistem irigasi, pembangunan waduk
dan bendungan serta terusan untuk mengairi kebun dan pertanian. Para petani merasakan manfaat dari fungsi irigasi, waduk, dan terusan yang dibangun ini. Salah
satu hasilnya produk panen berlimpah seperti, kurma, gula, dan gandum.
Shalahuddin Al-Ayyubi memulai karir politiknya ketika ia masih muda. Ketika
itu Sang Ayah yang bernama Najmuddin bin Ayyub menjabat sebagai komandan
pasukan di kota Ba’labak (sebelah utara Suriah). Najmuddin bin Ayyub ditunjuk
menjadi komandan oleh gubernur Nuruddin Zangi.

Rangkuman
 Sebelum Daulah Ayyubiyah berdiri, Mesir dikuasai oleh Daulah Fathimiyah
 Daulah Fathimiyah merupakan pemerintahan Islam yang berfaham Syiah. Didirikan
oleh Said Ibn Husain, dan dipropagandakan oleh seorang pengikut Syiah bernama
Abu Abdullah Asya’si. Berkuasa selama 262 tahun (297-567 H/909-1171 M) dengan
Khalifah pertamanya bernama Ubaidillah Al-Mahdi, dan beribu kota di Qairawan,
Tunisia.
 Daulah Ayyubiyah didirikan oleh Sultan Shalahuddin Yusuf bin Najmuddin bin
Ayyub atau yang lebih dikenal dengan Shalahuddin al-Ayyubi pada tahun 1171 M.
 Motivasi pendirian Daulah Ayyubiyah adalah saat melihat Mesir dikuasai oleh tentara
salib dan mengakibatkan melemahnya Daulah Fathimiyah. Dengan inisiatif panglima
tentara Asaduddin Syirkuh dan saudaranya Shalahuddin al-Ayyubi, keduanya
diperintah oleh gubernur Syiria Nuruddin Zangi (salah satu gubernur masa
kekhalifahan Abbasiyah).
 Daulah Ayyubiyah selaras dengan masyarakat Mesir yang berpaham Sunni dari pada
dengan Daulah Fathimiyah yang berpaham Syiah.

42 comments:

  1. Taya Athari Khairunisa
    8a
    30

    ReplyDelete
  2. Ghytsya Tsurya Kumala Putri
    8b/16

    ReplyDelete
  3. Nama : Anditho galih putra fajar
    Kelas : 8C
    No absen : 4

    ReplyDelete

SKI kelas 8 ABC (15/01/22)

Assalamu'alaikum Wr. Wb Salam sehat selalu dan tetap semangat untuk belajar, sebelum dimulai mari awali dengan berdoa. Materi hari ini t...