Tuesday, August 31, 2021

Fikih 7 A-F (1/9/21)

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Salam sehat selalu dan semangat belajar, mari kita buka dengan membaca basmalah!

Materi Fikih hari ini Bab 2, Silahkan kalian isi absen/kehadiran.

Klik: absen FI 7 1/9/21

MATERI:

 4.Tata Cara Bersuci dari Najis Dengan Air

- Mukhafafah (Najis ringan)

Najis Mukhaffafah ’Ainiyah:
1. Dibersihkan lebih dulu sifatnya, sehingga warna, bau, dan rasa
najis tidak lagi kelihatan dan dapat dirasakan
2. Kemudian air yang suci dan mensucikan dipercikkan ke tempat
atau benda yang terkena najis. Air yang dipercikkan harus
mengenai seluruh tempat atau benda yang terkena najis
3. Air yang dipercikkan tidak disyaratkan hingga mengalir.
4. Dikeringkan dengan kain atau benda lain yang suci.
Najis Mukhaffafah Hukmiyah:
1. Tempat atau benda yang terkena najis dilingkari lebih dulu untuk
memastikan pemercikan air secara tepat
2. Kemudian air yang suci dan mensucikan dipercikkan ke tempat
atau benda yang terkena najis dan telah dilingkari. Air yang
dipercikkan harus mengenai seluruh tempat atau benda yang
terlingkari
3. Air yang dipercikkan tidak disyaratkan hingga mengalir.
4. Dikeringkan dengan kain atau benda lain yang suci.

- Muthawasitah (Najis sedang)

Najis Mutawassithah ’Ainiyah:
1. Dibersihkan lebih dulu sifatnya, sehingga warna, bau, dan rasa
najis tidak lagi kelihatan dan dapat dirasakan
2. Kemudian air yang suci dan mensucikan dialirkan ke tempat atau
benda yang terkena najis. Air yang dialirkan harus mengenai
seluruh tempat atau benda yang terkena najis
3. Air yang disiramkan disyaratkan hingga mengalir.
4. Dikeringkan dengan kain atau benda lain yang suci.
Najis Mutawassithah Hukmiyah:
1. Tempat atau benda yang terkena najis dilingkari lebih dulu untuk
memastikan pemercikan air secara tepat
2. Kemudian air yang suci dan mensucikan disiramkan hingga
mengalir ke tempat atau benda yang terkena najis dan telah
dilingkari.
3. Dikeringkan dengan kain atau benda lain yang suci.

- Mugoladzoh (Najis berat)

Najis Mughaladhah ’Ainiyah:
1. Dibersihkan lebih dulu sifatnya, sehingga warna, bau, dan rasa
najis tidak lagi kelihatan dan dapat dirasakan.
2. Menyiramkan air hingga mengalir ke tempat atau benda yang
terkena najis sebanyak tujuh kali dan salah satu diantaranya
dicampur dengan debu yang suci. Ayo pilih salah satu diantara
ketiga cara!                                                                                                                                                 3. Cara pertama: Air dicampur dengan debu yang suci dalam satu
tempat kemudian disiramkan ke tempat atau benda yang terkena
najis. 
4. Cara kedua: Menaruh debu di tempat atau benda yang terkena
najis, lalu menyiramkan air dan mengosokkannya, dan diakhiri
dengan menyiram dan mengelap air dengan benda yang bersih.
5. Cara ketiga: Menyiramkan air ke tempat atau benda yang terkena
najis, lalu menaburkan debu dan selanjutnya mencampur
keduanya serta menggosok-gosokkannya, dan diakhiri dengan
mengelap air dengan benda yang bersih.
Najis Mughaladhah ’Ainiyah:
1. Berikan tanda dengan lingkaran tempat atau benda yang terkena
najis.
2. Lakukan cara yang sama dengan proses penyucian najis
mughaladhah hukmiyah.

Di sebut dengan mukhaffafah karena proses penyuciannya lebih ringan dan mudah
dibanding dua najis lainnya. Mutawassithah disebabkan karena menghilangkan
najisnya memiliki kadar yang berada di tengah antara najis mukhaffafah dan
mughaladhah. Najis yang paling sulit dan berat penyuciannya adalah mughaladhah
karena tidak cukup dengan air saja sebagai alatnya

26 comments:

  1. Raihan julfi satria
    7E
    22

    ReplyDelete
  2. Muh Arya PBN
    7c
    18

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

SKI kelas 8 ABC (15/01/22)

Assalamu'alaikum Wr. Wb Salam sehat selalu dan tetap semangat untuk belajar, sebelum dimulai mari awali dengan berdoa. Materi hari ini t...