Tuesday, March 9, 2021

Fikih Kelas 8 (10-3-21)

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Silahkan kalian berdoa terlebih dahulu...!

Materi hari ini ketentuan haji dan umrah, jangan lupa isi absen nya.

Semoga kalian sehat selalu dan shalat yang tertib.

Klik: AbsenFI8 10-3-21

MATERI 

C. HIKMAH DIWAJIBKANNYA HAJI DAN UMRAH

Haji merupakan ibadah tahunan yang besar yang Allah syari‟atkan bagi para hamba-Nya,

mempunyai berbagai manfaat yang besar dan tujuan yang besar pula, yang membawa

kebaikan di dunia dan akhirat. Dan diantara hikmah ibadah haji ini adalah:

1. Mengikhlaskan seluruh ibadah

Beribadah semata-mata untuk Allah Swt. dan menghadapkan hati kepada-Nya

dengan keyakinan bahwa tidak ada yang berhak disembah, kecuali Dia dan bahwa

Dia adalah Pencipta jagad raya dan pemilik nama-nama yang indah dan sifat-sifat

yang mulia. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak

ada tandingan-Nya. Dan hal ini telah diisyaratkan dalam firman-Nya.

Artinya: “Dan ingatlah ketika Kami menempatkan tempat Baitullah untuk Ibrahim

dengan menyatakan ; “Janganlah engkau menyekutukan Aku dengan apapun dan

sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, beribadah, ruku dan sujud

(QS. Al-Hajj : 26)

2. Mendapat ampunan dosa-dosa dan balasan surga.

Nabi Saw bersabda

Artinya: “Satu umrah sampai umrah yang lain adalah sebagai penghapus dosa

antara keduanya dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali jannah)HR Al-

Bukhari dan Muslim)

Artinya: “Barang siapa yg melakukan haji ke Ka'bah ini, lantas tak berkata-kata

kotor serta tak melakukan tindakan kefasikan, ia kembali seperti dilahirkan ibunya.

(HR. Nasa‟i)

3. Dapat terbukanya wawasan

Begitu banyak perbedaan dalam pelaksanaan ibadah, namun para jamaah tetap

bersatu beribadah dan sama-sama mendapat ridha Allah. Sikap ini tentu akan

berpengaruh luar biasa dalam kehidupan karena hampir semua masalah yang

melanda umat Islam, bersumber pada kepicikan dan kesempitan wawasan dan

pandangannya tentang Islam.

4. Menyambut seruan Nabi Ibrahim As.

Artinya: “Dan serulah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang

kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari

segenap penjuru yang jauh”(QS. al-Hajj: 27)

Nabi Ibrahim As. telah menyerukan (agar berhaji) kepada manusia. Dan Allah Swt.

menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki (untuk bisa) mendengar seruan Nabi

Ibrahim As. tersebut dan menyambutnya. Hal itu berlangsung semenjak zaman Nabi

Ibrahim hingga sekarang.

5. Menyaksikan berbagai manfaat bagi kaum muslimin

Allah Swt berfirman:

Artinya: “Agar supaya mereka menyaksikan berbagai manfa`at bagi mereka dan

supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki

yang Dia berikan berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan

(sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir

(QS. Al-Hajj: 28).

6. Saling mengenal dan saling menasehati

Dan diantara hikmah haji adalah bahwa kaum muslimin bisa saling mengenal dan

saling berwasiat dan menasehati dengan al-haq. Mereka datang dari segala penjuru,

dari barat, timur, selatan dan utara Makkah, berkumpul di rumah Allah Swt. Yang tua, di Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di Makkah. Mereka saling mengenal,

saling menasehati, sebagian mengajari yang lain, membimbing, menolong,

membantu untuk maslahat-maslahat dunia akhirat.

7. Mempelajari agama Allah Swt.

Dan di antara manfaat ibadah haji adalah bahwa mereka bisa mempelajari agama

Allah di lingkungan rumah Allah (Baitullah) dan di lingkungan masjid Nabawi dari

para ulama dan pembimbing. Mereka mendapat bimbungan mengenai hukum-hukum

agama, haji, umrah dan lainnya sehingga bisa menunaikan kewajiban mereka dengan

didasari ilmu.

KISAH INSPIRATIF

Kisah Ali bin Muwaffaq, Tukang Sepatu yang Menjadi Haji Mabrur

Menunaikan ibadah haji bagi seorang ulama Abdullah bin Mubarak adalah amal yang besar

seperti jihad fi sabilillah. Ia menunaikan ibadah haji setelah bekerja keras dan berhasil

mengumpulkan 500 dinar uang emas. Ulama asal Khurasan ini berkisah. Saat dia berhaji, dirina

tertidur di Masjidil Haram. Ia pun bermimpi. Dalam mimpinya itu, terlihat olehnya dua malaikat

turun dari langit dan bercakap-cakap.

“Berapa jumlah orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun ini?” kata salah satu diantara

keduanya. “Enam ratus ribu,” jawab malaikat satunya.

Lalu malaikat yang tadi bertanya lagi, “Berapa yang diterima hajinya?” Malaikat yang

satunya pun menjawab, ”Tidak ada yang diterima.”

Mendengar percakapan Abdullah bin Mubarak pun menjadi gemetar. Ia pun menangis.

“Semua orang yang ada di sini telah datang dari berbagai penjuru bumi. Dengan dengan

kesulitan yang besar dan keletihan semuanya menjadi sia-sia?” pikir Ibnu Mubarak dalam

mimpinya.

Tiba-tiba salah satu malaikat berkata lagi. “Kecuali hanya seorang tukang sepatu di

Damaskus yang dipanggil Ali bin Muwaffaq. Dia tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi

ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Bahkan berkat dialah ibadah

seluruh jamaah haji ini diterima oleh Allah.”

Ketika Abdullah bin Mubarak mendengar percakapannya itu, dan kemudian terbangun.

Mimpi tersebut membuatnya tercenung. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, ia berangkat ke

Damaskus. Mulailah menelusuri jejak Ali bin Muaffaq di lorong-lorong kota sampai akhirnya

tempat tinggal Muwaffaq ditemukan.

Sesampainya di rumah yang dicarinya, Syeikh Abdullah bin Mubarak kemudian mengetuk

pintu.

“Assalamu „alaikum warahmatullahi wabarakatuh!” sapanya sambil mengetuk pintu.

Setelah itu si empunya rumah membuka pintunya. Terjadilah bercakapan. Abdullah Ibnu

Mubarak menceritakan perihal mimpinya. Mendengar cerita tersebut, Muwaffaq lalu menangis

dan jatuh pingsan.

Ketika tersadar Abdullah bin Mubarak memohon agar Muwaffaq berkenan untuk

menceritakan semua yang dialaminya terkait dengan hajinya.

Kemudian Muwaffaq pun berkisah perihal rencananya untuk menunaikan ibadah haji. Ia

mengatakan bahwa selama 40 tahun punya keinginan besar untuk melaksanakan ibadah haji.

Untuk itu, dirinya telah berhasil mengumpulkan uang sebanyak 350 dirham dari berdagang atau

memperbaiki sepatu.

Suatu ketika, istrinya yang sedang hamil mencium aroma sedap makanan yang dimasak

tetangganya. Kemudian sang istri memohon kepada Muwaffaq agar dapat mencicipi masakan

tetangganya itu walau sedikit. Lalu Muwaffaq pergi menuju tetangga yang kebetulan di sebelah

rumahnya.

Sesampai di rumah tetangganya itu Muwaffaq mengutarakan maksud kedatangannya. Tidak

disangka tetangganya justru menangis.

Ia berkata “Sudah tiga hari ini anakku tidak makan apa-apa. Hari ini aku melihat keledai mati

tergeletak dan memotongnya kemudian memasaknya untuk mereka. Ini bukan makanan yang

halal bagimu,” ungkapnya sambil sesunggukan dan berderai air matanya.

Seketika itu hati Muwaffaq menjadi terenyuh. Ia kemudian kembali ke rumah dan mengambil

tabungan yang terkumpul untuk berhaji dan diberikan kepada tetangganya yang membutuhkan

itu.

“Belanjakan uang ini untuk anakmu,” kata Muwaffaq.

Saat itu ia berkata dalam hati, “Inilah hajiku.”

Sumber: https://gomuslim.co.id/read/hikmah

43 comments:

  1. Rahma Ariska nur khairunnisa
    8d
    25

    ReplyDelete
  2. alfian hafizh
    8c
    06

    ReplyDelete
  3. Muhammad Farras jamaluddin
    8c
    26

    ReplyDelete
  4. Bagas dairo shando
    8B/10

    ReplyDelete
  5. Novina Abela Yumandari
    kelas:8C
    no absen:30

    ReplyDelete
  6. Kevin rasendriya pratama
    Kelas 8c
    No 24

    ReplyDelete

SKI kelas 8 ABC (15/01/22)

Assalamu'alaikum Wr. Wb Salam sehat selalu dan tetap semangat untuk belajar, sebelum dimulai mari awali dengan berdoa. Materi hari ini t...