Tuesday, November 2, 2021

FIKIH 8 DEF 3/11/21

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Materi Fikih hari ini tentang puasa wajib, silahkan kalian baca, fahami dan rangkum di buku tulis.

Sebelum belajar di mulai mari awali dengan membaca basmalah, semoga Allah SWT melindunginya.

MATERI

1. Puasa Wajib
a. Puasa Ramadhan
1) Pengertian dan Dalil Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah puasa yang diwajibkan atas setiap muslim yang memenuhi
syarat selama sebulan penuh pada bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan termasuk salah
satu puasa wajib yang harus dilakukan oleh segenap kaum muslimin. Bulan ini
merupakan bulan yang penuh berkah, penuh dengan ampunan Allah Swt. dan rahmat-
Nya. Di dalamnya terdapat malam yang lebih mulia dari seribu bulan yaitu
malam lailatul qadar. Begitu pula al-Qur‟an diturunkan pertama kali di salah satu
malam pada bulan ini.
Puasa Ramadhan diwajibkan oleh Allah Swt untuk pertama kalinya pada
tahun kedua Hijriyah. Pada waktu itu, Rasulullah baru menerima perintah
memindahkan arah kiblat dari Baitul Maqdis di Palestina ke arah Masjidil Haram di
Makkah. Firman Allah SWT : Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
(QS. al-Baqarah: 183)

2) Cara Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan

a) Ru'yatul hilaal, yaitu dengan cara melihat terbitnya bulan

b) Istikmaal, yaitu menyempurnakan bilangan bulan Sya'ban atau bulan Ramadhan
menjadi 30 hari

c) Hisaab, yaitu memperhitungkan peredaran bulan dibandingkan dengan perbedaan
matahari.

3) Amalan Sunnah Pada Bulan Ramadhan
Amalan sunnah pada bulan Ramadhan antara lain:
a) Shalat tarawih                                                                                                                                         b) Shalat witir dan shalat sunnah lainnya.
c) Jika ada kelebihan rezeki, sedekahkan kepada orang yang sedang berpuasa
d) Memperbanyak membaca al-Qur‟an (tadarrus).
e) I'ktikaf di masjid untuk ibadah.

4) Hal-Hal yang Membolehkan Tidak Puasa

a) Boleh tidak berpuasa tetapi harus mengqadha puasanya, yaitu :
1) Orang sakit                                                                                                                                              2) Dalam perjalanan jauh (musafir)                                                                                                           3) Khusus bagi wanita, haidh dan nifas

b) Boleh tidak berpuasa tetapi harus mengganti dengan membayar fidyah, yaitu
semua halangan yang membuat seseorang tidak sanggup melaksanakan puasa,
antara lain:
1) Orang yang lanjut usia (sangat tua)
2) Sakit menahun, sehingga tidak mungkin dapat mengqadha puasa di hari lain.
3) Hamil.
4) Ibu yang menyusui anak.
5) Orang yang pekerjaannya tidak memungkinkan dapat berpuasa Ramadhan

b. Puasa Nazar
1) Pengertian dan Dalil Puasa Nazar
Nazar artinya menjadikan sesuatu dari yang tidak wajib menjadi wajib, atau
ikatan janji yang diperintahkan untuk melaksanakannya. Jadi, puasa nazar adalah
puasa yang telah dijanjikan oleh seseorang karena mendapatkan sesuatu kebaikan. Artinya: “… dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan
hendaklah mereka melakukan melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu
(Baitullah)”. (QS. Al-Hajj : 29). 2) Hukum Puasa Nazar
Berdasarkan ayat di atas, dan karena puasa nazar merupakan puasa yang telah
dijanjikan oleh yang bersangkutan untuk dilaksanakan maka hukumnya wajib.

c. Puasa Kafarat
1) Pengertian Puasa Kafarat
Kafarat menurut bahasa berarti denda atau tebusan. Dengan demikian, puasa
kafarat adalah puasa yang dilakukan dengan maksud untuk memenuhi denda atau
tebusan.Melaksanakan puasa kafarat hukumnya wajib.
2) Macam-Macam Puasa Kafarat
Ada beberapa macam puasa kafarat, di antaranya sebagai berikut:
a) Puasa yang dilaksanakan karena melanggar larangan haji, yaitu bagi orang
yang melaksanakan ibadah haji dengan cara tamatu` atau qiran wajib membayar
denda berupa menyembelih 1 ekor kambing/domba. Apabila tidak mampu, dia
wajib berpuasa selama 3 hari ketika masih di tanah suci dan tujuh hari setelah
sampai tanah kelahirannya. Artinya: “… Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang inginmengerjakan `umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah iamenyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa
haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari)
yang sempurna. siksaan-Nya.” (QS. شl-Baqarah: 196)
b) Puasa kafarat karena melanggar sumpah atau janji
Apabila seseorang berjanji untuk melaksanakan sesuatu tetapi dia tidak
memenuhi, maka dia wajib membayar kafarat yaitu puasa tiga hari                                                          c) Puasa kafarat karena sumpah ZiharZihar adalah seorang suami yang menyerupakan istrinya sama dengan punggung ibunya                                                                                                                           d) Puasa kafarat karena pembunuhan tanpa sengaja, yaitu puasa dua bulan berturutturut.
e) Puasa kafarat karena hubungan suami sitri di bulan Ramadhan dengan sengaja pada saat puasa, yaitu puasa dua bulan berturut-turut. Allah Swt. hanya melarang umatnya bersetubuh disiang hari pada bulan
Ramadhan, sedangkan pada malam hari diperbolehkan. Kafarat bagi orang yang melakukan pelanggaran ini ada tiga
tingkatkan, yaitu :
1) Membebaskan budak belian.
2) Bila tidak mampu membebaskan hamba sahaya, harus berpuasa dua bulan berturut-turut.
3) Bila berpuasa selama dua bulan juga tidak kuat, harus memberikan sedekah kepada fakir miskin dengan makanan pokok yang mengenyangkan

44 comments:

  1. Muhamad Safrudin
    18
    8E

    ReplyDelete
  2. Nama:Ahmad Nur Rifai
    Kelas:8f
    No absen:3

    ReplyDelete
  3. LATIEF FAHRURI PRIMATAMA
    8D
    13

    ReplyDelete
  4. Muhammad Alif Daneswara
    8e
    19

    ReplyDelete

SKI kelas 8 ABC (15/01/22)

Assalamu'alaikum Wr. Wb Salam sehat selalu dan tetap semangat untuk belajar, sebelum dimulai mari awali dengan berdoa. Materi hari ini t...