Friday, January 29, 2021

SKI KELAS 8 (E,F) Penguasa Dinasti Ayyubiyah

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Mari berdoa kepada Allah SWT semoga selalu di beri kesehatan dan kemudahan, Aamiiin!

Materinya tentang penguasa dan ilmuan islam dinasti ayyubiyah.

Silahkan lihat dan amati video tentang penguasa dan ilmuan islam dinasti ayyubiyah

Klik : Absen

Video:


Tugas:

1. Ringkaslah materi video tersebut di buku catatan

2. Tugas dikumpulkan ketika tatap muka

3. Selamat belajar semoga kalian menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah

Tuesday, January 26, 2021

FIKIH KELAS 8 (Sedekah, Hibah dan Hadiah)

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sebelum mulai pembelajarn mari berdoa dahulu. Semoga selalu diberi kesehatan, Aamiiin!

Materi hari ini menayangkan video tentang sedekah, hibah dan hadiah

Silahkan kalian amati dan pelajari video tersebut dengan baik.

Klik : Absen

Video:

 


Tugasnya:

1. Tulis manfaat masing-masing: sedekah, hibah dan hadiah

2. Menulis di buku pelajaran Fikih 8

3. Tugas dikumpulkan ketika tatap muka

 



 


FIKIH KELAS 7 (Khutbah Jumat)

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Materi hari ini kita akan melihat video tentang khutbah jumat

Silahkan kalian amati video dan pelajari dengan baik

Sebelum kita mulai pembelajaran mari kita berdoa terlebih dahulu! Semoga selalu di beri kesehatan.

Aamiiin ......!

Video:


 Tugas:

Setelah melihat video khutbah jumat:

1. Kalian tulis khutbah jumat pertama dan kedua di buku pelajaran Fikih

2. Contohnya : a. Di buku paket Fikih kelas 7

                         b. Boleh beli buku khutbah jumat

                         c. Tugas di kumpulkan di tempat Guru piket 

                        d. Batas akhir pengumpulan tgl 30 Januari 2021

                        e. Semoga Allah Selalu melindungi kita semua. 


Friday, January 22, 2021

ULANGAN KE-1 SKI 8 (E,F)

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Apa kabarnya anak-anakku semua, semoga selalu memberi kesehatan kepada kita semua.

Untuk materi sekarang menguji kemampuan kalian yaitu ulanagn ke 1.

Silahkan kalian buka blog dan kerjakan soal ulangan dengan baik, sebelum mengerjakan

ada baiknya kita berdoa dahulu......!

Klik : Soal Ulangan 1 SKI 8

Tuesday, January 19, 2021

Ulangan harian ke-1 Fikih Kelas 8

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Hari ini kita bertemu kembali, mari bersama-sama berdoa kepada Allah SWT dengan ucapan Alhamdulillah

Materi hari ini yaitu ulangan harian, silahkan kalian kerjakan soal dengan baik dan benar!

Klik : Ulangan Harian ke-1 Fikih 8


Ulangan Harian Fikih 7 ke-1 (A-F)

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Hari ini kita berjumpa lagi mari kita berdoa kepada Allah SWT dengan ucapan tahmid....Alhamdulillah.

Materi hari ini kita adakan ulangan harian...Silahkan kalian kerjakan dengan baik dan benar.

Klik : Ulangan Harian Fikih 7

Friday, January 15, 2021

SKI Kelas 8 E,F Materi Pemimpin dan Ilmuan Islam dinasti Ayyubiyah

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Untuk materi pertemuan ke-2 ini masih pemimpin besar dan ilmuan islam dinasti Ayyubiyah

Silahkan kalian baca dan fahami materi tersebut dan kerjakan soal latihan, sebelum di mulai silahkan berdoa dahulu! Soal latihan ada di bawah

Materi : 

Keperwiraan

Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi, dikenal sebagai perwira yang memiliki kecerdasan tinggi dalam bidang militer. Pada masa pemerintahannya kekuatan militernya terkenal sangat tangguh, diperkuat oleh pasukan Barbar Turki, dan Afrika. Ia membangun tembok kota di Kairo dan bukit muqattam sebagai benteng pertahanan. Salah satu karya monumental yang disumbangkannya selama beliau menjabat sebagai Sultan adalah bangunan sebuah benteng pertahanan yang diberi nama Qal’atul Jabal yang dibangun di Kairo pada tahun 1183 M. Kehidupan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi penuh dengan perjuangan dalam rangka menunaikan tugas negara dan agama. Perang yang dilakukannya dalam rangka membela negara dan agama. Shalahuddin seorang kesatria dan memiliki toleransi yang tinggi.

 Ketika menguasai Iskandariyah, tetap mengunjungi orang-orang Kristen

 Ketika perdamaian tercapai dengan tentara salib, ia mengijinkan orangorang kristen berziarah ke Baitul Makdis.

Sebagai penguasa pertama Daulah Ayyubiyah, Shalahuddin Yusuf Al- Ayyubi berusaha untuk menyatukan propinsi-propinsi Arab terutama di Mesir dan Syam pada satu daulah kekuasaan. Usaha Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi ini banyak mendapat tantangan dari orang-orang yang kedudukannya merasa terancam dengan kepemimpinannya. Maka usaha-usaha yang dilakukan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi pertama kali adalah menumpas segala bentuk pemberontakan dan memperluas wilayah kekuasaannya dengan tujuan agar kekuatan umat Islam terorganisir dengan baik dan mampu menangkal musuh. Usaha-usaha tersebut adalah:

a. Memadamkan pemberontakan Hajib, kepala rumah tangga Khalifah Al-

Adhid, sekaligus perluasan wilayah Mesir sampai selatan Nubiah (568

H/1173 M)

b. Perluasan wilayah Al-Ayyubiyah ke Yaman (569 H/1173 M)

c. Perluasan wilayah Al-Ayyubi ke Damaskus dan Mosul (570 H/1175 M).

 Tujuan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi menyatukan Mesir, Suriah, Nubah, Yaman, Tripoli, dan wilayah-wilayah yang lainnya di bawah komando Al- Ayyubiyah adalah terjadinya koalisi umat Islam yang kuat dalam melawan

gempuran-gempuran tentara salib. Usaha-usaha yang dilakukan oleh Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi tersebut menuai hasil yang gemilang. Perang Salib yang terjadi pada masa Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi adalah Perang Salib periode kedua yang berlangsung sekitar tahun1144-1192 M. Periode ini disebut periode reaksi umat Islam, terutama bertujuan membebaskan kembali Baitul Maqdis (Al-Aqsha). Berikut peperangan terpenting yang telah dilalui oleh Shalahuddin Yusuf al-Ayyubi:

a. Pertempuran Shafuriyah (583 H/1187 M)

b. Pertempuran Hittin ( Bulan Juli 583 H/1187 M)

c. Pembebasan Al-Quds/Baitul Maqdis (27 Rajab 583 H/1187 M).

Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi adalah pahlawan besar bagi umat Islam. Kecintaannya terhadap agama dan umat Islam telah menempatkan sebagian lembaran hidupnya untuk menegakkan harga diri umat Islam. Kehadiran

Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi dalam perang salib merupakan anugerah. Strategi yang dikembangkan oleh Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi dalam membangun koalisi umat Islam benar-benar telah menyatukan kekuatan umat Islam dalam membela agamanya. Keperwiraan Shalahuddin terukir dalam sejarah, tidak hanya diakui oleh kaum muslimin tetapi juga oleh kaum Kristen.

 b. Sultan Al-Adil Saifuddin (596-615 H /1200-1218 M)

Sering dipanggil Al-Adil, nama lengkapnya Al-Malik Al-Adil Saifuddin Abu Bakar bin Ayyub, menjadi penguasa ke 4 Dinasti Ayyubiah yang memerintah pada tahun 596-615 H/1200-1218 M berkedudukan di Damaskus. Beliau putra Najmuddin Ayyub yang merupakan saudara muda Shalahuddin Yusuf Al- Ayyubi, dia menjadi Sultan menggantikan Al-Afdal yang gugur dalam peperangan. Al-Adil merupakan seorang pemimpin pemerintahan dan pengatur strategi Prestasi Al Malik Al-Adil antara lain :

1. Antara tahun 1168 – 1169 M mengikuti pamannya (Syirkuh) ekspedisi militer ke Mesir

2. Tahun 1174 M, menguasai Mesir atas nama Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi,

sedangkan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi mengembangkan pemerintahan di Damaskus

3. Tahun 1169 M, dapat memadamkan pemberontakan orang-orang Kristen Koptik di Qift-Mesir

4. Pada tahun 1186-1195 M, kembali ke Mesir untuk memerangi pasukan Salib

5. Pada tahun 1192-1193 M, menjadi gubernur di wilayah utara Mesir

6. Pada tahun 1193 M, menghadapai pemberontakan Izzuddin di Mosul

7. Menjadi gubernur Syiria di Damaskus

8. Menjadi Sultan di Damaskus

c. Sultan Al-Kamil Muhammad (1218-1238 M)

Nama lengkap Al-Kamil, adalah Al-Malik Al-Kamil Nasruddin Abu Al-Maali Muhammad. Al-Kamil adalah putra dari Al-Adil. Pada tahun 1218 Al-Kamil memimpin pertahanan menghadapi pasukan salib yang mengepung kota Dimyat (Damietta) dan kemudian menjadi Sultan setelah ayahnya wafat. Pada tahun 1219, hampir kehilangan tahta karena konspirasi kaum Kristen koptik. Al-Kamil kemudian pergi ke Yaman untuk menghindari konspirasi itu, dan konspirasi itu berhasil dipadamkan oleh saudaranya bernama Al-Mu’azzam yang menjabat sebagai Gubernur Suriah. Pada bulan Februari tahun 1229 M, Al-Kamil menyepakati perdamaian selama 10 tahun dengan Frederick II, yang berisi antara lain:

 Ia mengembalikan Yerusalem dan kota-kota suci lainnya kepada pasukan salib

 Kaum muslimin dan Yahudi dilarang memasuki kota itu kecuali di sekitar Masjidil Aqsa dan Majid Umar.

Selain itu beberapa peristiwa yang dialami Al-Malik Al-Kamil, antara lain:

1. Pada tahun 1218 M, memimpin pertahanan menghadapi pasukan Salib yang mengepung kota Dimyat (Damietta)

2. Menjadi Sultan Dinasti Ayyubiyah pada tahun 1218 M, menggantikan Al-Adil yang meninggal

3. Pada tahun 1219 M, ia hampir kehilangan tahtanya.

4. Pada tahun 1219 M, kota Dimyat akhirnya jatuh ke tangan orang-orang Kristen

5. Al-Kamil telah beberapa kali menawarkan perdamaian dengan pasukan Salib yaitu dilakukan perjanjian damai dengan imbalan :Mengembalikan Yerussalem kepada pasukan Salib.

6. Membangun kembali tembok di Yerussalem yang dirobohkan oleh Al-Mu’azzam saudaranya.

7. Mengembalikan salib asli yang dulu terpasang di Kubah batu Baitul Maqdis kepada orang Kristen.

Al-Kamil meninggal dunia pada tahun 1238 M. Kedudukannya sebagai Sultan digantikan oleh Salih Al-Ayyubi.

 B. Sumbangsih Besar Ilmuan Muslim Daulah Ayyubiyah

1. As-Suhrawardi al-Maqtul (Ilmuan Teosofis)

Nama lengkapnya Abu Al-Futuh Yahya bin Habash bin Amirak Shihab al-Din as-Suhrawardi al-Kurdi, lahir pada tahun 549 H/ 1153 M di Suhraward, sebuah kampung di kawasan Jibal, Iran Barat Laut dekat Zanjan. Ia memiliki banyak gelar diantaranya, Shaikh al-Ishraq, Master of Illuminationist, al-Hakim, ash-Shahid, the

Martyr, dan al-Maqtul. Suhrawardi melakukan banyak perjalanan untuk menuntut ilmu. Ia pergi ke Maragha, di kawasan Azerbaijan. Di kota ini, Suhrawardi belajar filsafat, hukum dan teologi kepada Majd Al-Din Al-Jili. Juga memperdalam filsafat kepada Fakhr al- Din al-Mardini. Selanjutnya ke Isfahan, Iran Tengah dan belajar logika kepada Zahir Al-Din Al-Qari. Juga mempelajari logika dari buku al-Basa’ir al-Nasiriyyah karya

Umar ibn Sahlan Al-Sawi. Dari Isfahan dilanjutkan ke Anatolia Tenggara dan diterima dengan baik oleh pangeran Bani Saljuq. Setelah itu pengembaraan Suhrawardi berlanjut ke Persia, pusat lahirnya tokoh-tokoh sufi. Di sini Suhrawardi tertarik seorang sufi sekaligus filosof.

Ajaran Tarekat Suhrawardi

Dalam kitab Awarif al-Ma’arif dibahas tentang latihan rohani praktis, terdiri

dari:

a. Ma’rifah, yaitu mengenal Allah melalui sifat-sifat Allah, bahwa Allah saja-lah Wujud Hakiki dan Pelaku Mutlak.

b. Faqr, yaitu tidak memiliki harta; seorang penempuh jalan hakikat tidak akan sampai ke tujuan, kecuali jila

sudah melewati tahap ke-zuhud-an.

c. Tawakkal, yaitu mempercayakan segala urusan kepada Pelaku Mutlak (Allah).

d. Mahabbah, artinya Cinta kepada Allah.

e. Fana’ dan Baqa’; Fana’ artinya akhir dari perjalanan menuju Allah, sementara Baqa’ artinya awal dari perjalanan dalam Allah.

As-Suhrawardi mendapatkan gelar “Al-Maqtul” yang artinya terbunuh, karena mendapatkan fitnah dari sebagian orang yang menuduhnya telah mengajarkan aqidah yang sesat dan akhirnya dihukum mati oleh pengeran Az-Zahir, putra Sultan Salahuddin Al-Ayyubi atas desakan dari beberapa pihak.

 #Pemikiran Teosofis Suhrawardi

Pemikiran teosofi Suhrawardi disebut konsep cahaya (iluminasi, ishraqiyyah) yang lahir sebagai perpaduan antara rasio dan intuisi. Istilah ishraqi sendiri sebagai simbol geografis mengandung makna timur sebagai dunia cahaya. Proses iluminasi cahaya-cahaya Suhrawardi dapat diilustrasikan sebagai berikut: dimulai dari Nur al-Anwar yang merupakan sumber dari segala cahaya yang ada. Ia Maha Sempurna, Mandiri, Esa, sehingga tidak ada satupun yang menyerupai-Nya. Ia adalah Allah. Nur Al-Anwar ini hanya memancarkan sebuah cahaya yang disebut Nur Al-Aqrab. Selain Nur Al-Aqrab tidak ada lainnya yang muncul bersamaan dengan cahaya terdekat. Dari Nur Al-Aqrab (cahaya pertama) muncul cahaya kedua, dari cahaya kedua muncul cahaya ketiga, dari cahaya ketiga timbul cahaya keempat, dari cahaya keempat timbul cahaya kelima, dari cahaya kelima timbul

cahaya keenam, begitu seterusnya hingga mencapai cahaya yang jumlahnya sangat banyak. Pada setiap tingkat penyinaran setiap cahaya menerima pancaran langsung dari Nur Al-Anwar, dan tiap-tiap cahaya dominator meneruskan cahayanya ke masingmasing cahaya yang berada di bawahnya, sehingga setiap cahaya yang berada di bawah selalu menerima pancaran dari Nur Al-Anwar secara langsung dan pancaran dari semua cahaya yang berada di atasnya sejumlah pancaran yang dimiliki oleh cahaya tersebut. Dengan demikian, semakin bertambah ke bawah tingkat suatu cahaya maka semakin banyak pula ia menerima pancaran. Karya-karya Suhrawardi diantaranya: kitab At-Talwihat al-Lauhiyyat al-‘Arshiyyat, Al-Muqawamat, dan Hikmah al-‘Ishraq yang membahas aliran paripatetik; Al-Lamahat, Hayakil al-Nur, dan Risalah fi al-‘Ishraq yang membahas filsafat yang disusun secara singkat dengan bahasa yang mudah dipahami; Qissah al-Ghurbah al Gharbiyyah, Al-‘Aql al-Ahmar, dan Yauman ma’a Jama’at al-Sufiyyin’ ulasan penjelasan sufistik menggunakan lambang yang

sulit dipahami dan, Risalah al-Tair dan Risalah fi al-‘Ishq terjemahan dari filsafat klasik, dan Al-Waridat wa al-Taqdisat berisi serangkaian do’a, dan lainlain.

 2. Ibn Al-Adhim, Sejarawan Masyhur (588-660 H/ 1192- 1262 M)

Nama lengkapnya, Kamaluddin Abu al Qosim Umar bin Ahmad bin Haibatullah bin Abi Jaradah Al Aqil, berasal dari bani Jaradah yang bermigrasi dari Bashrah ke Allepo karena wabah penyakit. Al-Adhim lahir di Allepo, ayahnya menjadi Qadhi Madzhab Hanafi di kota itu. Sejak tahun 616H/1219M, mulai mengajar di Allepo, setelah mendalami berbagai pengetahuan di Allepo, Baitul Maqdis, Damaskus, Hijaz dan Irak.

Kemudian menjadi Qadhi di Allepo pada zaman Amir Al- Aziz dan Al-Nashir dari dinasti Ayubiyah di Allepo, dan menjadi dubes kedua penguasa ini di Baghdad dan Kairo. Karya-karya Al-Adhim diantaranya, Zubdah al hallab min tarikh Hallaba, Bughyah at Thalib fi Tharikh Halaba, tentang sejarah Allepo / Halaba yang

disusun secara alfabetik terdiri dari 40 juz atau 10 jilid. Al-Adhim, melarikan diri ke Kairo hingga wafat, ketika tentara Mongol menguasai halaba/ Allepo pada tahun 658 H / 1160 M.

 3. Al-Bushiri, Sastrawan Penulis Qasidah

Burdah

Nama lengkapnya Sarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah as Shanhaji al Bushiri, lahir pada tahun 1212 M di Maroko. Al-Bushiri seorang sufi besar, pengikut Thariqat Syadziliyah, dan menjadi salah satu murid Sulthonul Auliya Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzily, r.a. Gurunya yang lain beberapa ulama tasawuf seperti

Abu Hayyan, Abu Fath bin Ya’mari dan Al ‘Iz bin Jama’ah al Kanani Al Hamawi. Sejak masa kanak-kanak, dididik olek ayahnya sendiri dalam mempelajati Al-Qur’an untuk memperdalam ilmu agama dan kesusastraan Arab. Al-Bushiri dikenal sebagai orang yang wara’ (takut dosa). Pernah suatu ketika ia akan diangkat menjadi pegawai pemerintahan kerajaan Mesir, akan tetapi melihat perilaku pegawai kerajaan membuatnya menolak.

Al-Bushiri lebih menonjol dalam bidang sasra dengan hasil karyanya yang terkenal yaitu Kasidah Burdah yang diciptakannya pada abad 7 Hijrah dan dibaca dalam berbagai acara. Kasidah Burdah adalah mutiara syair kecintaan kepada Rasulullah. Puisi Pujian Al-Bushiri kepada Nabi tidak terbatas pada sifat dan kualitas pribadi Nabi, tetapi mengungkap kelebihan Nabi yang utama yaitu mukjizat Al-Quran. Beberapa ulama sufi yang menjadi guru Al-Bushiri, diantaranya, terutama pada bidang Imam Abu Hayyan, Abul Fath bin Sayyidunnas Al-Ya’mari Al Asybali Al Misri pengarang kitab ‘Uyunul Atsar fi Sirah Sayyidil Basyar, Al ‘Iz bin Jama’ah Al Kanani Al Hamawi salah seorang hakim di Mesir, dan masih banyak lagi kalangan ulama besar Mesir yang memberikan ilmu pengetahuannya kepada Al-Bushiri. Al Bushiri sebenamya tak hanya, terkenal dengan karya Burdahnya saja. La juga dikenal sebagai seorang ahli fikih, ilmu kalam dan ahli tasawuf.

 4. Abdul Latief Al Baghdadi, Ahli Ilmu Mantiq (Logika)

Seorang ulama berpengaruh yang menginspirasi ulama-ulama Al-Azhar lainnya, ahli ilmu mantiq, bayan, Hadist, fiqh, ilmu kedokteran, dan ilmu-ilmu lainya, sekaligus sebagai tokoh berpengaruh dalam pengembangan dan penyebaran madzhab Sunni di Mesir.

5. Abu Abdullah Al Quda’i, Ahli Ilmu Fiqih

Ahli fiqih, hadis dan sejarah, beberapa karyanya adalah Asy Syihab (Bintang), Sanadus Sihah (Perawi Hadis-Hadis Sahih), Manaqib al Imam Asy Syafi’i (Budi Pekerti Imam Syafi’i), Anba’ Al Anbiya’ (Cerita Para Nabi), ‘Uyun al Ma‘arif (Mata Air Ilmu Pengetahuan), Al Mukhtar fiz Zikir al Khutat wa Al Asar (Buku Sejarah Mesir).

6. Para ilmuan muslim lainnya seperti :

Abu Abdullah Muhammad Al-Idrisi, seorang ahli geografi dan juga ahli botani yang mencatat penelitiannya dalam buku Kitab Al-Jami’ li Asytat an- Nabat (Kitab kumpulan dan Tanaman). Ad-Dawudi, seorang ahli botani, pengarang kitab Nuzhah an-Nufus wa al- Afkar Ma’rifah wa al-Ahjar wa al-Asyjar (kitab komprehensif tentang Identifikasi Tanaman, Bebatuan, dan Pepohonan). Syamsuddin Khalikan, seorang ahli sejarah yang mengarang kitab wafiyyat al-‘Ayan. Abul Qosim al-Manfaluti, sosok ulama yang ahli dalam bidang ilmu fiqih. Al Hufi, ilmuan ahli tata bahasa Arab. Abu Abdullah Muhammad bin Barakat, ulama ahli nahwu (gramatika bahasa Arab) dan ahli tafsir Al-Qur’an.

Klik: Soal latihan

Tuesday, January 12, 2021

Fikih Kelas 7 (A-F)

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Materi hari ini masih shalat jumat, sebelum mulai pembelajaran kita berdoa dahulu.

Silahkan kalian baca dan fahami materinya, kemudian kerjakan soal latihan.

Materi :

4. Dua Khutbah Jumat

Kita pasti sudah mengalami! Dua khutbah Jum’at dibaca sebelum shalat pelaksanaan shalat Jum’at dan khatib atau pembaca khutbah harus berdiri. Selain itu, diantara dua khutbah disela-selai dengan duduk sejenak.

 

Mari Kita Cermati!

Jika dalam pokok bahasan shalat dikenal dengan istilah syarat sah dan syarat wajib, maka dalam dua khutbah dikenal dengan syarat dan rukun khutbah.

Syarat merupakan perkara-perkara yang harus dipenuhi oleh seorang khatib dan menentukan sah atau tidaknya khutbah. Syarat ini di luar materi khutbah yang disampaikan.

Rukun merupakan perkara-perkara yang harus dipenuhi dalam materi khutbah yang disampaikan dan menentukan sah atau tidaknya khutbah.

 Syarat-syarat khutbah jumat

Pendapat Pertama

Berdasarkan Kitab Safinatun Najah

Pendapat Kedua

Berdasarkan Kitab Matan Taqrib

1. Suci dari hadats kecil dan hadats besar.

2. Suci dari najis, baik badan, pakaian

maupun tempatnya.

3. Menutup aurat.

4. Berdiri bagi yang mampu.

5. Duduk diantara dua dua khtubah

dengan batas minimal sama dengan

lamanya thuma’ninah dalam shalat.

6. Berurutan antara khutbah pertama

dengan khutbah kedua.

7. Berurutan dengan pelaksanaan shalat Jum’at.

8. Menggunakan Bahasa Arab.

9. Jama’ah yang mendengarkan minimal berjumlah 40 orang.

10. Dilaksanakan pada waktu yang

sama dengan pelaksanaan shalat Dhuhur.

1. Suci dari najis dan hadats, baik

badan, pakaian dan tempat

khutbah. Begitu pula menutup

aurat dan dianjurkan dengan

pakaian yang masih baru.

2. Mendahulukan dua khutbah

daripada shalat Jum’at.

3. Dilaksanakan pada waktu yang

sama dengan pelaksanaan shalat

Dhuhur.

4. Khutbah dilaksanakan dengan

berdiri.

5. Duduk sejenak diantara dua

khutbah dan wajib thuma’ninah.

6. Mengeraskan suara yang

sekiranya 40 jama’ah dapat

mendengarnya.

 

Rukun-Rukun Khutbah Jumat

Pendapat Pertama

Berdasarkan Kitab Safinatun Najah

Pendapat Kedua

Berdasarkan Kitab Matan Taqrib

1. Memuji Allah Swt. dalam dua khutbah

2. Membaca shalawat kepada Rasulullah Saw.

3. Berwasiat agar senantiasa bertakwa kepada Allah Swt. .

4. Membaca ayat al-Qur’an pada salah satu dari dua khutbah.

5. Membaca doa yang ditujukan kepada orang-orang muslim lakilaki dan perempuan pada khutbah kedua.

1. Khatib harus mengucapkan tahmid (puji-pujian kepada Allah Swt)

2. Khatib harus mengucapkan dua kalimah syahadat. Rasulullah

3. Khatib harus mengucapkan shalawat atas nabi Muhammad Saw.

4. Khatib berwasiat untuk jama’ah agar selalu bertakwa kepada Allah Swt.

5. Khatib membaca ayat al-Qur’an pada salah satu khutbah

6. Khatib berdo’a yang ditunjukkan kepada muslimin dan muslimat yang berisi permohonan ampun atas segala dosa

 5. Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jumat

Ayo kita pahami! Seperti dalam shalat fardlu lima waktu, shalat Jum’at juga memiliki tata cara pelaksanaan yang diatur secara ketat. Rangkaian pelaksanaan shalat Jum’at berbeda dengan shalat fardlu lainnya, karena menyertakan dua khutbah sebagai bagian tak terpisahkan. Namun pelaksanaan shalat Jum’at juga memiliki persamaan dengan shalat fardlu, yaitu: ada pelaksanaan yang hukukmnya sunnah (muakkad dan ghairu muakkad), dan wajib dipenuhi.

 B. HIKMAH SHALAT JUMAT

1. Melatih Kedisiplinan

Tahukah kamu, banyak sekali hikmah pelaksanaan shalat Jum’at yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya bagi orang yang sungguh-sungguh melakukannya.

a) Rasulullah Saw bersabda:

Artinya:

Shalat lima waktu, dari shalat Jumat ke Jumat berikutnya, dari Ramadlan ke

Ramadlan berikutnya dapat mengampuni dosa-dosa diantara keduanya, selagi menjauhi dosa-dosa besar(HR. Muslim).

b) Rasulullah Saw juga bersabda:

Artinya:

Siapa yang mandi kemudian pergi menunaikan shalat Jumat hingga imam selesai

dari khutbahnya, kemudian ia ikut shalat bersamanya maka akan diampuni dosadosanya yang dilakukan diantara hari itu dan hari Jumat yang akan datang serta akan ditambah tiga hari(HR. Muslim, Ahmad, Bazzar, Thabrani dan Abu Dawud).

 c) Rasulullah Saw juga bersabda:

Artinya:

Di dalamnya terdapat waktu yang sangat baik bagi hamba muslim, sementara ia

sedang melaksanakan shalat. Jika ia meminta sesuatu kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan kepadanya. Nabi Saw memberi isyarat dengan tangannya bahwa hal itu sangat mudah bagi-Nya

 (HR. Muttafaq alaih)

2. Melatih Tanggung Jawab

Tahukah kamu, apa yang terkandung dalam kata ( فاسعوا ) dalam QS Al-Jumu’ah

(62): 9? Secara bahasa memiliki arti besegeralah kalian semuauntuk bersiap-siap dan melaksanakan shalat Jum’at. Pelaksanaan shalat Jum’at memberikan hikmah bagi kita untuk menjadi orang yang berdisiplin. Jika kita secara terus menerus datang tepat waktu dalam pelaksanaan shalat maka akan membentuk kepribadian kita sebagai orang yang disiplin dengan tidak mudah menunda tugas-tugas sekolah.

Ayo kita cermati! Orang yang berdisiplin pasti akan mendorong pada pencapaian kepribadian yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab adalah berusaha sekuat pikiran, perkataan dan perbuatan untuk memenuhi tugas-tugas dan peran-peran yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan yang ada, baik ketentuan waktu dan standar yang harus dicapai. Pelaksanaan disiplin dan tanggung jawab yang secara terus menerus kita biasakan

dengan mensegerakan datang ke masjid dan menjalankan seluruh ketentuan yang diwajibkan atau dianjurkan akan membentuk pribadi yang memiliki integritas dalam kehidupan sosial kita. Kita akan selalu memiliki prinsip hidup untuk menjadi orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, perbuatan, dan pekerjaan

Klik : Soal latihan

SKI kelas 8 ABC (15/01/22)

Assalamu'alaikum Wr. Wb Salam sehat selalu dan tetap semangat untuk belajar, sebelum dimulai mari awali dengan berdoa. Materi hari ini t...